“Kami sudah menyimak arahan Pak Gubernur. Kami berterima kasih atas koreksinya dan akan evaluasi bersama pihak Aqua,” kata Lukman.
Dalam klarifikasi sebelumnya kepada awak media, Lukman juga menegaskan bahwa kerja sama antara Perumda Tirta Rangga dan PT Investama Aqua tidak hanya soal keuntungan finansial, tetapi juga bentuk kolaborasi strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air dan pelayanan publik di Subang.
Kontribusi nyata bagi PAD dan desa sekitar
Dari kerja sama tersebut, Perumda Tirta Rangga disebut menjadi salah satu penyumbang terbesar PAD Subang dari sektor BUMD.
Selain 55 persen keuntungan yang disetorkan ke kas daerah, sebagian hasil kerja sama juga digunakan untuk pemeliharaan infrastruktur air, peningkatan pelayanan pelanggan, dan kegiatan sosial di dua desa sekitar.
Baca Juga: Mahfud MD soroti proyek Whoosh Rp116 triliun: KPK bisa panggil Jokowi untuk dimintai keterangan
Namun, di tengah manfaat yang diakui, muncul juga kekhawatiran publik bahwa ketergantungan PAD pada satu sumber besar seperti Aqua bisa menjadi risiko jangka panjang jika tidak dikelola secara hati-hati.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan mekanisme pengawasan dan transparansi agar kerja sama ini benar-benar memberi dampak luas bagi masyarakat Subang.***
Artikel Terkait
Perumda TRS Subang targetkan debit air 100 liter per detik untuk kawasan industri dan perumahan Cibogo
Tak hanya layani air bersih, Perumda Tirta Rangga Subang hadir untuk warga Subang
Perumda Tirta Rangga Subang rotasi 23 pegawai, 3 disanksi nonjob karena indisipliner
Perumda Tirta Rangga klarifikasi sorotan KDM soal kerja sama dengan AQUA: Sudah sesuai regulasi dan beri manfaat bagi masyarakat
Bupati Subang tegaskan kepatuhan jam operasional truk dan penggunaan pelat 'T': Keselamatan masyarakat nomor satu
Ketua TP PKK Subang: Pencegahan korupsi harus dimulai dari keluarga
Pendapatan Rp600 juta per bulan dari Aqua, Dirut Tirta Rangga: Semua tercatat resmi dan masuk PAD