Gelombang penolakan atlet Israel ke Indonesia, dari PDI-P hingga Gubernur DKI Jakarta

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 18:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjadi salah satu yang menolak kedatangan atlet Israel (Instagram/pramonoanungw)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjadi salah satu yang menolak kedatangan atlet Israel (Instagram/pramonoanungw)

GENMILENIAL.ID – Rencana kedatangan atlet Israel untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta pada 19–25 Oktober 2025 menuai gelombang penolakan luas dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh politik, organisasi masyarakat, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Rencana ini disebut berpotensi melukai perasaan rakyat Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kekerasan dan genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

Gubernur DKI Jakarta: Visa tidak perlu dikeluarkan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan sikap tegas menolak kedatangan atlet Israel ke ibu kota.

Baca Juga: Kemenkeu buka peluang penempatan dana negara di BPD, tapi wanti-wanti risiko dan kasus lama

“Kalau ke Jakarta, tentunya sebagai Gubernur dalam kondisi seperti ini saya tidak mengizinkan,” ujarnya di Balai Kota Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2025.

Pramono meminta penyelenggara dan pemerintah pusat untuk mempertimbangkan ulang rencana tersebut.

“Yang paling penting visanya nggak usah dikeluarin aja, supaya nggak ke Jakarta. Karena nggak ada manfaatnya dalam kondisi seperti ini,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran kontingen Israel hanya akan memicu kemarahan publik dan menyinggung solidaritas bangsa terhadap Palestina.

Baca Juga: Gelombang PHK massal picu lonjakan pekerja informal, Anies Baswedan desak pemerintah perkuat sektor formal

PDI-P: Menolak, sesuai amanat konstitusi

Sikap senada datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang menegaskan bahwa penolakan terhadap atlet Israel adalah bentuk konsistensi terhadap amanat UUD 1945.

“Sikap kami adalah pilihan konstitusional bahwa bangsa Indonesia tidak boleh memiliki kerja sama dengan pihak-pihak penjajah. Selama Israel masih menjajah tanah Palestina,” kata Guntur Romli, juru bicara PDI-P, Kamis, 9 Oktober 2025.

PDI-P menilai kehadiran atlet Israel berpotensi mencederai komitmen politik luar negeri Indonesia yang sejak lama berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X