Baca Juga: Mahfud MD bongkar dugaan mark up whoosh, KPK: Kami sudah bergerak kumpulkan data
Purbaya juga menepis tudingan bahwa ia menuding secara langsung Pemprov Jabar, melainkan menyampaikan data agregat nasional mengenai daerah-daerah yang menahan dana APBD di bank.
“Saya tidak pernah sebut Jabar secara khusus. Kalau mau periksa, ya periksa saja di sistem monitoring BI,” katanya.
Publik tunggu pembuktian
Perseteruan dua pejabat tinggi negara itu kini menjadi sorotan publik, terutama terkait transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Publik menanti pembuktian data yang dapat menjernihkan polemik dugaan 'kibul-kibul APBD Jabar' seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.***
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi tegaskan larangan study tour bukan untuk tekan wisata, tapi hentikan eksploitasi siswa
Patung raksasa mirip Dedi Mulyadi di Tasik viral jelang Agustusan, Warganet: Sieun mun peuting!
352 Siswa keracunan massal di Bandung Barat, Dedi Mulyadi janji evaluasi program MBG
Dari Subang, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bicara generasi gelisah dan pentingnya kembali ke jati diri bangsa
Titel pengangguran tertinggi di ASEAN bayangi anak muda RI, Menkeu Purbaya tebar janji ekonomi pulih akhir 2025
Isu 'perang dingin' Purbaya vs Luhut di sidang kabinet: Dari utang Whoosh hingga debat family office
Prabowo soroti pengangguran dalam sidang kabinet: Minta Menteri kompak ala tim sepak bola, Purbaya janji lapangan kerja membaik akhir tahun