Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menambahkan bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengatasi persoalan gizi dan ketimpangan sosial yang masih tinggi.
“Rata-rata pendidikan masyarakat Jawa Barat masih di tingkat SD, dan ini berpengaruh pada kemampuan keluarga dalam memenuhi gizi anak,” jelas Dadan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi dari kualitas dan keamanan pangan yang diterima anak-anak di sekolah.
Baca Juga: Hakim tolak gugatan Nadiem Makarim, penetapan tersangka dinilai sesuai prosedur hukum
Simbol komitmen bersama
Rapat konsolidasi ini ditutup dengan pembacaan Ikrar dan Komitmen Bersama dari seluruh Kepala SPPG, ahli gizi, dan mitra yayasan untuk memperkuat tata kelola MBG.
Komitmen tersebut mencakup empat poin utama:
- Menjaga keamanan pangan dan mencegah keracunan.
- Meningkatkan kualitas dan cita rasa hidangan MBG.
- Mengimplementasikan SOP secara disiplin dan menyeluruh.
- Menyukseskan penyediaan menu bergizi seimbang di seluruh wilayah.
Langkah ini menjadi simbol sinergi nyata antara pemerintah provinsi dan daerah dalam memastikan setiap anak di Jawa Barat mendapatkan haknya atas makanan bergizi, sehat, dan aman.***
Artikel Terkait
MTQH ke-39 di Jawa Barat, gema spirit Qur’ani untuk masyarakat lebih religius dan berkarakter
Dari rumah tangga ke pemerintah: Jawa Barat dan Subang perangi sampah sampai tuntas
Hari jadi ke-80 Jawa Barat, Subang tampilkan nuansa Subang Larang dan Prabu Siliwangi di Kirab Budaya
Tren PHK tak surut, Jawa Barat kembali catat angka tertinggi di Indonesia
Luhut Binsar Pandjaitan ingatkan Menkeu Purbaya: Tak perlu tarik anggaran tak terserap program MBG
Menu MBG Depok viral disebut minim gizi, SPPG ungkap alasan dan BGN lakukan sidak
MBG disebut jadi penyebab naiknya harga daging dan telur ayam, BGN: Konsumsi meningkat butuh peternak baru