“Tekanan militer yang kami lakukan bersama langkah diplomatik menjadi bentuk kemenangan atas Hamas,” ujarnya dikutip The Straits Times, Senin, 13 Oktober 2025.
Baca Juga: Mahasiswa UNM tewas jatuh dari jembatan kembar Gowa, ditemukan setelah 18 jam pencarian
Hamas di sisi lain mengonfirmasi kesiapan menyerahkan seluruh sandera serta jenazah prajurit Israel yang tewas dalam perang 2014.
Luka Gaza belum pulih
Fatima Salem, warga Gaza berusia 38 tahun, menggambarkan kesedihan saat kembali ke reruntuhan rumahnya.
“Tidak ada yang sama lagi, bahkan rumah tetangga sudah hilang,” katanya dikutip The Straits Times.
Meski bantuan kemanusiaan mulai masuk, banyak warga kelaparan merampas truk bantuan karena keputusasaan di tengah krisis listrik dan air bersih.
Baca Juga: IFG gelar One Fine Day: Ajak masyarakat sehat, cerdas finansial, dan lindungi diri
Damai atau jeda sementara?
Trump berharap konferensi di Mesir akan membuka jalan menuju stabilitas jangka panjang.
Rencananya, pasukan multinasional akan menggantikan militer Israel di Gaza di bawah komando AS, dengan dukungan PBB dan pemimpin Eropa.
Namun di tengah klaim kemenangan dan perdamaian, luka kemanusiaan Gaza masih menganga.
Banyak pihak menilai gencatan senjata ini belum tentu menjadi akhir perang, melainkan jeda sebelum konflik kembali menyala.***
Artikel Terkait
Pengakuan Palestina oleh Inggris dan sekutunya picu ancaman aneksasi Israel, jadi harapan baru perdamaian
Drama mikrofon mati di sidang PBB: Dari Erdogan, Prabowo, hingga Carney, pesan pro Palestina tetap bergema
Pidato Prabowo di PBB: Dari luka penjajahan, Palestina merdeka, hingga janji swasembada pangan
Indonesia di PBB: Komitmen finansial untuk Palestina dan UNRWA tak bisa ditawar
Netanyahu singgung pidato pro Palestina Prabowo di PBB, walk out delegasi warnai sidang
5 Poin kritis proposal perdamaian Gaza ala Trump-Netanyahu, dari pemerintahan transisi hingga masa depan Palestina
Lautan massa penuhi Jakarta: Ribuan warga gelar aksi bela Palestina di Kedubes AS, 250 bus dari Jawa-Sumatra turun ke jalan