Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah menyederhanakan proses perizinan SLHS agar tidak lagi memakan waktu lama.
“Kami sudah sederhanakan aturannya supaya penerbitan SLHS bisa lebih cepat, terutama untuk ribuan SPPG yang belum tersertifikasi,” ujar Budi saat rapat dengan Komisi IX DPR, Rabu, 1 Oktober 2025.
Penyederhanaan ini dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri agar dinas kesehatan di daerah bisa mempercepat verifikasi dan penerbitan sertifikat.
Di DKI Jakarta, Kepala Dinas Kesehatan Ani Ruspitawati menargetkan 180 dapur MBG tersertifikasi dalam dua minggu.
“Kalau semuanya lancar, proses SLHS ditargetkan selesai dua minggu ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: Wacana pemutihan produsen rokok ilegal, langkah Menkeu Purbaya tata industri tembakau kecil
Selain itu, Dinkes juga melatih 8.000 penjamah makanan agar dapur MBG memenuhi standar pengelolaan yang aman dan higienis.
Tantangan di lapangan masih berat
Meski pengawasan diperketat, pelaksanaan di lapangan masih dihadang banyak kendala.
Beberapa daerah mengaku kesulitan memenuhi persyaratan fisik dapur seperti ventilasi, drainase, dan penyimpanan bahan pangan sesuai standar.
Selain itu, ada juga daerah yang masih lamban dalam proses verifikasi karena terbatasnya tenaga penguji di dinas kesehatan setempat.
Aparat kepolisian ikut turun tangan mengawasi rantai distribusi bahan pangan.
Brigjen Helfi Assegaf, Dirtipideksus Bareskrim Polri, menyatakan asistensi dilakukan untuk memastikan keamanan pangan di tiap dapur MBG.
Artikel Terkait
Insentif Rp100 ribu untuk guru penanggung jawab, pemerintah tambah skema distribusi MBG di lapangan
Keracunan massal jadi alarm serius, BGN nonaktifkan 56 dapur MBG dan muncul usulan kantin sekolah jadi dapur lokal
Blunder menu MBG gunakan makanan UPF, DPR cecar BGN soal kebijakan yang tak kompak
Curhat Mahfud MD usai cucunya keracunan MBG: Ingatkan bukan soal angka, tapi nyawa manusia
DPR soroti program MBG Prabowo: Target penerima manfaat meleset, daerah 3T dan kemiskinan ekstrem belum tersentuh
Kemenkes awasi ketat program MBG, terapkan sistem pendataan ala COVID-19 hingga pantau gizi siswa
Luhut Binsar Pandjaitan ingatkan Menkeu Purbaya: Tak perlu tarik anggaran tak terserap program MBG