GENMILENIAL.ID – Sebanyak 11 siswa SDN Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 25 September 2025.
Menu MBG datang ke sekolah sekitar pukul 07.30 WIB. Sejam kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluh mual dan muntah.
Mereka langsung dibawa ke Puskesmas Rawalele untuk mendapat penanganan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi, menyebut tujuh siswa sudah pulang, sementara empat lainnya masih menjalani observasi.
“Kondisi siswa sudah membaik, tapi untuk memastikan penyebabnya, sampel makanan akan diuji laboratorium,” ujarnya.
Baru 3 dari 44 SPPG bersertifikat LSHS
Kasus ini terjadi di tengah sorotan terhadap kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Subang.
Dari 44 SPPG yang ada, baru tiga yang sudah mengantongi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (LSHS).
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, menegaskan Pemkab akan memperketat pengawasan.
Baca Juga: Kejutan Kluivert jelang round 4: Marselino dicoret, Ole Romeny dapat kesempatan
“Seluruh SPPG wajib memiliki sertifikat LSHS. Kita sedang dalami dan tindak lanjuti agar semua segera tersertifikasi sehingga kejadian serupa bisa diminimalisir,” katanya.
Komitmen Pemkab Subang
Artikel Terkait
Kasus keracunan siswa merebak di 6 daerah, alarm serius standar kebersihan program MBG
Usulan DPR ganti MBG jadi uang tunai, istana tegaskan skema makanan siap santap tetap terbaik
352 Siswa keracunan massal di Bandung Barat, Dedi Mulyadi janji evaluasi program MBG
Kasus keracunan MBG jadi KLB: BGN konsisten salahkan SPPG, Waka baru bentuk Tim Investigasi Khusus
11 Siswa SD di Subang diduga keracunan usai santap MBG, Dinkes kirim sampel ke laboratorium
Kritik pedas dr. Tan Shot Yen soal MBG: Dari SPPG yang bermasalah hingga tuntutan transparansi anggaran
Badai kasus keracunan terpa program MBG di sekolah, kritik menu makanan kian tajam