AS di persimpangan energi dan teknologi
Ketergantungan AS pada magnet tanah jarang dari China menciptakan dilema strategis.
Baca Juga: Kesepakatan mangkrak, Jepang desak AS segera turunkan tarif impor mobil dan suku cadang
Di satu sisi, Washington ingin mengurangi ketergantungan pada impor.
Namun di sisi lain, pembatasan pasokan berisiko menghambat proyek besar di sektor energi hijau, industri mobil listrik, hingga sistem persenjataan canggih.
Ancaman tarif 200 persen menjadi sinyal bahwa perang dagang 2025 bukan hanya soal barang konsumsi, tetapi juga perebutan kendali atas komoditas teknologi masa depan.***
Artikel Terkait
Perang dagang AS vs China: Australia tolak ajakan Negeri Tirai Bambu untuk lawan tarif resiprokal Trump
Perang dagang AS vs China: Negeri Tirai Bambu balas naikkan tarif impor barang dari Paman Sam jadi 125 persen
Update perang dagang AS vs China: Trump bongkar ada upaya nego usai Xi Jinping minta stop tekan tarif tinggi
Soal perang dagang China vs AS, influencer Raymond Chin sebut negeri Paman Sam kalah telak dari Negeri Tirai Bambu
Menperin bongkar RI-Saudi siap duet hadapi perang dagang imbas kebijakan tarif impor Donald Trump
Perang dagang AS vs China, Paman Sam dan Negeri Tirai Bambu kini sepakat pangkas tarif impor
Mengenal 'The Beast', mobil kepresidenan AS yang ditumpangi Trump dan Putin di Alaska