Saat India kena 50 persen tarif impor AS imbas beli pasokan minyak dari Rusia

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 15 Agustus 2025 | 01:46 WIB
Perdana Menteri India, Narendra Modi (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (kanan) (Instagram.com/@narendramodi)
Perdana Menteri India, Narendra Modi (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (kanan) (Instagram.com/@narendramodi)

GENMILENIAL.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, resmi menaikkan tarif impor terhadap India sebesar 25 persen, sehingga total bea masuk produk India ke AS kini mencapai 50 persen.

Kebijakan ini akan mulai berlaku dalam waktu 21 hari sejak pengumumannya pada Kamis, 7 Agustus 2025.

Langkah ini merupakan bagian dari sanksi perdagangan yang diberlakukan AS terhadap negara-negara yang masih membeli pasokan minyak dari Rusia, di tengah konflik yang terus berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Trump menyampaikan keputusan ini melalui perintah eksekutif yang ditandatangani pada hari yang sama.

Baca Juga: Emas vs tabungan bank: Mana pilihan cerdas menyimpan uang di tengah ancaman inflasi?

Ia menekankan bahwa India tetap membeli minyak dari Rusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Saya menemukan bahwa Pemerintah India, secara langsung atau tidak langsung, saat ini mengimpor minyak dari Federasi Rusia," tulis Trump dalam keterangan resmi di Gedung Putih, yang dilansir Reuters.

"Oleh karena itu, sesuai hukum yang berlaku, barang-barang asal India yang diimpor ke wilayah pabean Amerika Serikat akan dikenakan tarif tambahan sebesar 25 persen," lanjutnya.

Dengan tambahan tarif ini, produk asal India yang masuk ke pasar Amerika kini dikenakan total bea masuk 50 persen.

Baca Juga: Tren otomotif makin canggih, 5 aksesoris mobil ini bikin tampilan dan fungsi makin maksimal

Angka ini menjadi salah satu tarif impor tertinggi yang diterapkan AS terhadap mitra dagangnya. Keputusan ini menunjukkan keseriusan AS dalam menindak negara-negara yang tetap melakukan kerja sama energi maupun militer dengan Rusia.

Di sisi lain, pemerintah India merespons kebijakan ini dengan nada kecewa. New Delhi menilai pihaknya menjadi sasaran tekanan politik hanya karena tetap membeli energi dari Rusia.

"Sangat jelas bahwa negara-negara yang mengkritik India juga melakukan perdagangan dengan Rusia," bunyi pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri India, dilansir Al Jazeera.

India menegaskan, pembelian minyak dari Rusia merupakan kebutuhan nasional yang vital dan berbeda dengan praktik negara-negara Barat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Al Jazeera, Rauters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X