Prabowo sindir ketimpangan ekonomi, minta kampus buka studi 'Serakahnomics'

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 25 Juli 2025 | 21:47 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto meminta kampus-kampus di Indonesia membuka studi baru bernama Serakahnomics (setneg.go.id)
Presiden RI, Prabowo Subianto meminta kampus-kampus di Indonesia membuka studi baru bernama Serakahnomics (setneg.go.id)

GENMILENIAL.ID – Presiden Prabowo Subianto melontarkan usulan mengejutkan dalam pidatonya pada perayaan Hari Lahir ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rabu malam, 23 Juli 2025.

Ia meminta universitas membuka bidang studi baru bernama serakahnomics, istilah yang ia ciptakan untuk menggambarkan model ekonomi yang sarat ketamakan dan berujung pada ketimpangan sosial.

“Bukan mazhab neolib atau pasar bebas, ini mazhab serakahnomics,” ujarnya di hadapan ribuan kader PKB.

Prabowo mengawali pidatonya dengan menyoroti Pasal 33 UUD 1945 sebagai dasar bernegara yang menekankan keadilan sosial dan kesejahteraan.

Baca Juga: Yakup Hasibuan tegaskan Jokowi tak absen karena sakit: Ada agenda yang tak bisa ditinggal

Ia menegaskan bahwa tujuan negara adalah menjamin rakyat hidup layak, memiliki rumah, terbebas dari kelaparan, dan mendapat akses pekerjaan.

"Kalau rakyat lapar, anak-anak gizi buruk, pengangguran tinggi, itu bukan tujuan bernegara," ucapnya tegas.

Prabowo juga menyentil pendekatan ekonomi neoliberal yang mengandalkan trickle down effect. Ia menyebut teori tersebut tidak pernah benar-benar bekerja untuk rakyat kecil.

“Katanya menetes dari atas ke bawah, tapi menetesnya 200 tahun. Sudah mati kita semua,” ujarnya disambut tawa.

Baca Juga: Pidato di Harlah PKB, Prabowo sindir staf gara-gara dikasih teh bukan kopi

Sorotan utama Prabowo juga ditujukan pada kelangkaan minyak goreng yang pernah terjadi di Indonesia, meski negara ini merupakan produsen sawit dan minyak goreng terbesar di dunia.

Menurutnya, fenomena itu mencerminkan kegagalan sistem dan dominasi ekonomi oleh segelintir pihak yang tamak.

“Pasal 33 itu senjata pamungkas. Cabang produksi penting yang menguasai hajat hidup orang banyak seharusnya dikuasai negara,” tegasnya.

Dengan istilah serakahnomics, Prabowo berharap dunia akademik mulai mengembangkan kajian ekonomi baru yang berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan pemilik modal besar.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X