Peluncuran Paspor Merah Putih resmi ditunda, Imigrasi ungkap alasan dan evaluasi publik

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 21 Juli 2025 | 03:04 WIB
Desain Paspor Merah Putih yang diperkenalkan di Simposium ICAO TRIP, Montreal, Kanada pada 12-16 November 2024 (Instagram/ditjen_imigrasi)
Desain Paspor Merah Putih yang diperkenalkan di Simposium ICAO TRIP, Montreal, Kanada pada 12-16 November 2024 (Instagram/ditjen_imigrasi)

GENMILENIAL.ID – Rencana peluncuran Paspor Merah Putih yang semula dijadwalkan pada 17 Agustus 2025 bertepatan dengan HUT ke-80 RI, resmi ditunda oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi.

Keputusan penundaan ini diumumkan usai melalui berbagai pertimbangan, termasuk efisiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, serta hasil evaluasi terhadap tanggapan publik sejak desain paspor dirilis pada 17 Agustus 2024 lalu.

“Setelah melalui evaluasi secara menyeluruh, Ditjen Imigrasi memutuskan untuk menunda implementasi paspor desain Merah Putih,” ujar Plt Dirjen Imigrasi, Yuldi Yusman, dalam keterangannya yang diunggah di laman Kantor Imigrasi Palembang, Jumat, 18 Juli 2025.

Baca Juga: Marc Marquez rayakan kemenangan di MotoGP Jerman dengan tarian viral bocah pacu jalur

Yuldi menambahkan, evaluasi dilakukan melalui analisis unggahan media sosial yang mengumpulkan 1.642 sampel dari berbagai kanal selama periode Agustus 2024 hingga Juli 2025.

Hasilnya, mayoritas masyarakat menginginkan agar pemerintah lebih fokus pada penguatan posisi paspor Indonesia secara global ketimbang pada aspek desain.

Selain itu, kondisi anggaran juga menjadi salah satu faktor utama penundaan.

“Keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab, serta melibatkan banyak pihak,” tegasnya.

Baca Juga: Tinggalkan Jakarta demi rawat ibu di Magetan, Isa Bajaj akui masih menyimpan penyesalan

Kendati ditunda, Yuldi menekankan bahwa penguatan paspor Indonesia tidak akan berhenti.

Ia menyebut langkah strategis lintas instansi akan terus dilakukan, termasuk penguatan sistem keamanan digital dan pengembangan pelayanan keimigrasian.

“Langkah strategis yang melibatkan instansi Pemerintah serta masyarakat sangat diperlukan. Kami harap semua dapat saling mendukung,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto menyatakan bahwa inovasi keimigrasian tetap akan berlanjut.

Baca Juga: Ahmad Dhani akui masih tak akur dengan Maia Estianty meski terlihat adem ayem di nikahan Al Ghazali

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X