Wabup Garut klarifikasi soal insiden pesta rakyat: Tidak pernah umumkan makan gratis, acara dirancang sederhana

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 20 Juli 2025 | 17:29 WIB
Anggota DPRD Jawa Barat, Maula Akbar dan istrinya Putri Karlina (Instagram.com/@maula_akbar08)
Anggota DPRD Jawa Barat, Maula Akbar dan istrinya Putri Karlina (Instagram.com/@maula_akbar08)

GENMILENIAL.ID – Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, angkat bicara terkait insiden kericuhan dalam acara resepsi pernikahannya bersama Maula Akbar Mulyadi Putra yang digelar di kawasan Pendopo Garut, Jumat, 18 Juli 2025.

Dalam peristiwa itu, kerumunan tak terkendali menyebabkan korban jiwa, memicu keprihatinan publik.

Dalam konferensi pers di Rumah Dinas Wabup Garut, Sabtu 19 Juli 2025, Putri menjelaskan bahwa acara tersebut awalnya dirancang secara sederhana, dengan niat untuk berbagi makanan dari prosesi pernikahan kepada warga sekitar, bukan pesta rakyat terbuka seperti yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga: Istri Maula Akbar siap bertanggung jawab atas insiden maut pesta rakyat di Garut: Kami hadapi dengan penuh tanggung jawab

“Kami ingin masyarakat kalaupun ada yang mau makan, silakan datang. Tapi tidak diumumkan. Saya bilang jangan diumumkan karena ini bisa bahaya,” kata Putri.

Putri juga membantah bahwa dirinya telah menyebarkan informasi soal makanan gratis melalui media sosial pribadinya.

“Silakan cek media sosial saya. Kami tidak pernah mengumumkan itu. Tapi ketika ada yang bertanya ‘Bu, katanya makan gratis?’, saya hanya memfasilitasi saja, bukan mengumumkan,” jelasnya.

Putri turut menyoroti beredarnya notulensi rapat yang mencantumkan istilah 'pesta rakyat' dan 'makan gratis'.

Baca Juga: Kluivert optimistis antar Timnas Indonesia tembus Piala Dunia 2026: Peluang masih terbuka

Ia mengaku baru mengetahui notulensi tersebut setelah insiden terjadi, dan mempertanyakan siapa yang menyusunnya.

“Saya pun bingung, itu rapat siapa, notulensi siapa, kok bisa tersebar? Demi Allah, saya baru lihat notulensi itu saat kejadian,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Maula Akbar alias Ula, anggota DPRD Jawa Barat sekaligus suami Putri, juga memberikan klarifikasi.

Ia menyebut bahwa istilah 'pesta rakyat' tidak berasal dari pihaknya dan bahwa acara tersebut lebih tepat disebut hiburan rakyat.

Baca Juga: Dirawat di rumah sakit, SBY tetap melukis: Semangat berkarya meski tangan diinfus

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X