"Saya memohon maaf kepada semuanya. Tidak ada maksud dan niatan dari kami untuk melukai siapa pun, terutama keluarga para korban," tutup Ula.
Tragedi ini memicu keprihatinan publik terhadap pengelolaan kerumunan dalam acara besar, terutama yang diselenggarakan oleh tokoh publik atau pejabat.
Banyak yang berharap ada evaluasi serius agar kejadian serupa tak terulang, terutama saat melibatkan massa dalam jumlah besar dan terbuka.***
Artikel Terkait
Tragedi pembacokan di Pamanukan, polisi ingatkan bahaya pergaulan bebas remaja
Wisata berujung tragedi, kecelakaan Elf di Tawangmangu tewaskan lima orang
Gubernur Dedi Mulyadi akan temui keluarga korban tragedi longsor Gunung Kuda
Fadli Zon klarifikasi pernyataan soal pemerkosaan massal Mei 1998, bandingkan dengan tragedi Bosnia
Pemilik KMP Tunu minta maaf atas tragedi tenggelamnya Kapal di Selat Bali, janji evaluasi keamanan
Pesta rakyat berujung tragedi: Tiga tewas dalam acara syukuran pernikahan anak Gubernur Jabar di Garut
Bripka Cecep gugur saat amankan acara nikahan anak Gubernur Jabar, dapat kenaikan pangkat anumerta