Kriminolog forensik: Wajah tertutup lakban, kematian Arya Daru diduga tak wajar

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 18 Juli 2025 | 21:34 WIB
Diplomat Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan (X.com/INAinOsaka)
Diplomat Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan (X.com/INAinOsaka)

GENMILENIAL.ID – Misteri kematian Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, terus menyita perhatian publik.

Seiring penyelidikan yang masih berlangsung, analis kriminologi forensik Reza Indragiri menyebut ada tanda-tanda mencurigakan di balik kematian Arya.

Dalam tayangan kanal YouTube HOTROOM Metro TV, Kamis, 17 Juli 2025, Reza menyoroti kondisi wajah Arya yang tertutup rapat oleh lakban saat ditemukan tak bernyawa di kamar indekosnya, 8 Juli lalu.

Ia menyebut, kondisi tersebut menunjukkan indikasi asfiksia, atau kematian akibat saluran pernapasan tertutup.

Baca Juga: Terciduk mesra di konser Coldplay, CEO dan HRD Astronomer diduga selingkuh, kabur saat disorot kamera

"Ketika saya menyimak pemberitaan bahwa almarhum meninggal dengan muka tertutup lakban, saya seketika teringat istilah asfiksiasi," ujarnya.

Menurut Reza, kondisi itu tidak bisa dikategorikan sebagai kematian alami.

"Dengan segala hormat, tampaknya bukan yang satu ini. Kenapa? Karena sekali lagi muka tertutup lakban. Jadi bukan sesuatu yang sifatnya alami dan wajar," jelasnya.

Meski begitu, Reza menyarankan agar penyidik tetap membuka kemungkinan lain, termasuk dugaan bunuh diri, mengingat metode menutup saluran napas pernah digunakan dalam kasus serupa.

Baca Juga: Tes DNA di RSCM jadi babak baru perseteruan Lisa Mariana vs Ridwan Kamil

"Ada tidak, orang bunuh diri dengan cara menyumbat saluran pernapasan? Ada. Contohnya komedian Robin Williams. Tidak dengan lakban, tetapi menggunakan cara yang sama," katanya.

Hingga kini, penyelidikan oleh pihak kepolisian masih berlangsung.

Kasus ini menjadi perhatian luas lantaran Arya merupakan diplomat muda yang pernah bertugas di berbagai negara dan dikenal berdedikasi tinggi dalam pengabdian diplomatik.

Pihak keluarga dan masyarakat berharap kebenaran segera terungkap dan penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X