Kemenkes: Jumlah jemaah haji wafat turun di 2025, tapi layanan medis hadapi tantangan aturan baru Saudi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 13 Juli 2025 | 14:18 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah pada 3 Juni 2025 (Kemenag.go.id)
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah pada 3 Juni 2025 (Kemenag.go.id)

GENMILENIAL.ID – Operasional ibadah haji tahun 2025 resmi berakhir, ditandai dengan kepulangan Kloter KJT 28 pada 10 Juli 2025.

Namun di balik selesainya rangkaian ibadah rukun Islam kelima itu, tim medis Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, khususnya terkait penyesuaian kebijakan baru dari otoritas Arab Saudi.

Menurut data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes), total 446 jemaah haji Indonesia wafat selama operasional haji 2025.

Meski jumlah tersebut masih tinggi, Kementerian Kesehatan RI mencatat adanya penurunan dibanding tahun sebelumnya, yang mencapai 461 orang.

Baca Juga: Anaknya alami kecelakaan di Karimunjawa, Hengky Kurniawan: Ini jadi pelajaran agar lebih hati-hati

“Data per 10 Juli 2025 pukul 16.00 WAS, tercatat 446 jemaah wafat. Ini menurun dari tahun 2024,” ujar Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, dikutip dari laman resmi Kemenkes pada Minggu, 13 Juli 2025.

Tantangan layanan medis

Di sisi lain, Imran mengungkap bahwa layanan medis tahun ini menghadapi tantangan serius akibat perubahan kebijakan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Salah satu hambatan yang paling dirasakan adalah pembatasan izin operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

“Izin operasional KKHI dibatasi hanya untuk layanan rawat jalan, dan jumlah klinik sektor juga dibatasi,” jelasnya.

Baca Juga: Wartawan Subang bangun kolam renang anak, gagas ruang hiburan dan ekonomi warga kampung

Keterbatasan itu menyebabkan tim medis sempat beberapa kali disidak otoritas Saudi karena ketidakjelasan informasi izin di awal operasional.

Data pelayanan medis dan penyakit terbanyak

Selama operasional 70 hari, KKHI Daker Madinah tercatat melayani 241 pasien, baik rawat inap maupun rawat jalan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X