Ramai netizen Brasil serbu medsos, DPR sarankan Basarnas gunakan translator untuk hadapi situasi internasional

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 7 Juli 2025 | 22:19 WIB
Momen proses evakuasi jenazah Juliana Marins oleh Basarnas (Instagram/kantorsar_mataram)
Momen proses evakuasi jenazah Juliana Marins oleh Basarnas (Instagram/kantorsar_mataram)

GENMILENIAL.ID – Usai insiden yang melibatkan warga negara Brasil, Juliana Marins, dalam operasi evakuasi di Indonesia, anggota Komisi V DPR RI Tom Liwafa menyarankan Badan SAR Nasional (Basarnas) mulai mempertimbangkan penggunaan translator profesional dalam setiap penanganan bencana yang melibatkan WNA.

Pernyataan tersebut disampaikan Tom dalam rapat bersama Basarnas di Kompleks DPR RI, Senayan, pada Senin, 7 Juli 2025.

Sorotan ini muncul menyusul ramai perdebatan di media sosial antara netizen Indonesia dan netizen Brasil terkait informasi simpang siur soal insiden Juliana.

Baca Juga: Gebrakan keterbukaan informasi: Kang Rey kumpulkan admin medsos OPD, dorong respons cepat dan profesional ke publik

Bahkan, akun Instagram Presiden Prabowo sempat diserbu netizen Brasil yang mempertanyakan proses evakuasi tersebut.

“Ke depan, kalau kejadian melibatkan warga asing, sebaiknya disiapkan translator yang andal. Supaya masyarakat dari Brasil, misalnya, bisa paham apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” ujar Tom Liwafa dalam rapat.

Meski memberikan masukan, Tom tetap mengapresiasi langkah dan penjelasan yang telah disampaikan oleh Kepala Basarnas di media. Namun, ia menilai penjelasan tersebut hanya efektif untuk konsumsi publik dalam negeri.

“Penjelasan Bapak itu bagus, tapi bagusnya untuk orang Indonesia. Yang dari Brasil nggak ngerti. Harusnya kita bisa tunjukkan sikap empati juga dengan merilis penjelasan dalam bahasa mereka,” tambahnya.

Baca Juga: Dugaan surat mahasiswi UNS yang lompat ke sungai sebut nama dosen, kampus ungkap sudah beri rekomendasi dan pendampingan

Menurut Tom, penggunaan translator atau rilis multibahasa juga dapat membantu mengarahkan domain informasi langsung ke instansi teknis, sehingga tidak terjadi disinformasi yang menyerbu tokoh publik seperti Presiden.

“Kalau pun banyak yang komplain, komplainnya ya di Basarnas, bukan nyasar ke akun Presiden,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa terlepas dari isu komunikasi, pihaknya mengapresiasi aksi heroik Basarnas dalam proses evakuasi tersebut.

“Saya terharu, dan saya yakin publik juga mengapresiasi kerja keras Basarnas. Tapi ini bisa jadi pelajaran penting untuk penanganan krisis internasional berikutnya,” tutup Tom.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X