Fadli Zon tegaskan pemasangan stairlift di Candi Borobudur sesuai aturan, tak rusak struktur bangunan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 28 Mei 2025 | 21:47 WIB
Potret candi Borobudur yang ada di Magelang, Jawa Tengah. (Instagram/borobudurpark)
Potret candi Borobudur yang ada di Magelang, Jawa Tengah. (Instagram/borobudurpark)

GENMILENIAL.ID - Menjelang kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur, Kamis, 29 Mei 2025, sorotan publik tertuju pada pemasangan stairlift atau chairlift di kawasan candi warisan dunia tersebut.

Isu ini sempat ramai di media sosial lantaran beredar kabar keliru mengenai pemasangan eskalator yang dikhawatirkan akan merusak struktur bangunan bersejarah.

Namun, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pemasangan stairlift tersebut tidak merusak dan sudah sesuai dengan aturan pelestarian cagar budaya.

Baca Juga: Beckham Putra ceritakan pengalaman lawan pemain China, jadi modal jelang laga Timnas

“Pertama, tidak ada yang namanya pembuatan lift di Candi Borobudur. Kemudian ada video mengatakan pemasangan eskalator, walaupun dikatakan ekskavator. Nggak bisa membedakan eskalator dan ekskavator,” ujar Fadli Zon kepada media di kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 26 Mei 2025.

Fadli menyebut teknologi chairlift sudah lazim digunakan di situs warisan dunia, termasuk di Pantheon Akropolis, Yunani, yang juga ia kunjungi secara langsung.

“Kita melakukan adaptasi. Jadi ini sesuai undang-undang juga dan tidak ada perusakan sama sekali. Itu pakai handrail, jadi bukan eskalator, apalagi ekskavator,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa chairlift yang digunakan tidak menimbulkan kerusakan karena tidak dilakukan penetrasi fisik ke bangunan candi.

Baca Juga: Pramono Anung dorong UU pelestarian ondel-ondel, tak Ingin lagi digunakan untuk ngamen

Chairlift itu tidak masif dan tidak merusak, tidak ada penetrasi sama sekali,” tegas Fadli.

Dari pihak Istana, Hasan Nasbi menambahkan bahwa pemasangan stairlift dilakukan di bawah pengawasan langsung Kementerian Kebudayaan dan bersifat sementara.

“Tidak ada paku, tidak ada bor. Jadi hanya ditaruh, didudukkan saja. Kalau sudah selesai, itu bisa dibongkar dengan mudah,” ujar Hasan di Kantor PCO, Jakarta Pusat, Senin, 26 Mei 2025.

Sebelum menuju Candi Borobudur, Presiden Macron juga dijadwalkan meninjau laboratorium Bahasa Prancis di Akademi Militer (Akmil), Magelang.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X