Lebih dari 74 ribu jemaah haji telah tiba di tanah air, Kemenhub perketat keamanan usai ancaman bom dua kali terjadi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 27 Juni 2025 | 01:57 WIB
Ilustrasi pesawat Saudia Airlines - ancaman bom pada pesawat yang ditumpangi jemaah haji Indonesia (Unsplash/Haidan)
Ilustrasi pesawat Saudia Airlines - ancaman bom pada pesawat yang ditumpangi jemaah haji Indonesia (Unsplash/Haidan)

GENMILENIAL.ID – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 2025 terus berlangsung. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), hingga Minggu, 22 Juni 2025 pukul 13.00 WIB, sebanyak 74.447 jemaah dan petugas haji telah tiba di Tanah Air, tergabung dalam 192 kelompok terbang (kloter).

Namun, fase pemulangan ini diwarnai situasi tegang usai dua ancaman bom ditujukan kepada maskapai Saudia Airlines dalam waktu kurang dari sepekan.

Dua ancaman bom guncang proses pemulangan

Ancaman pertama terjadi pada 17 Juni 2025. Maskapai Saudia Airlines SV 5276 yang mengangkut 442 jemaah haji rute Jeddah–Jakarta, harus mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang setelah mendapat ancaman bom via email.

Baca Juga: BNN ungkap 285 tersangka narkoba, 10 persen ibu rumah tangga dijadikan kurir antar provinsi oleh sindikat

Belum lama berselang, ancaman serupa kembali muncul. Pada 21 Juni 2025, Saudia Airlines SV 5688 dengan rute Jeddah–Muscat–Surabaya dan membawa 376 jemaah haji kloter SUB 33 menerima ancaman bom lewat panggilan telepon yang diteruskan dari Air Traffic Control (ATC) Kuala Lumpur ke Jakarta ACC. Pesawat pun kembali divert ke Kualanamu.

Prosedur keamanan diperketat

Kedua insiden tersebut ditangani dengan prosedur keamanan darurat, termasuk pemeriksaan seluruh penumpang, kru, kabin pesawat, dan kompartemen kargo oleh Tim Gegana Polri, TNI, Aviation Security, dan PKP-PK Bandara.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II-Medan, Asri Santosa, menegaskan pemeriksaan dilakukan menyeluruh untuk memastikan keselamatan.

“Setelah pesawat mendarat di Bandar Udara Kualanamu, dilakukan emergency treatment terhadap seluruh penumpang dan kru, serta pemeriksaan kabin dan bagasi,” ungkapnya, Senin 23 Juni 2025.

Baca Juga: Wamendagri soroti kepala daerah gagap tradisi makan siang 2 lagu di retret IPDN: Banyak belum bisa menyesuaikan

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyatakan pihaknya telah meningkatkan koordinasi lintas sektor demi menjamin keamanan seluruh jemaah haji.

“Kemenhub terus berkoordinasi dengan semua pihak maskapai, Komite Keamanan Bandara, pemda setempat, dan instansi lain hingga situasi aman terkendali,” tegasnya.

Pergerakan jemaah masih berlangsung

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X