Diundang Putin ke Rusia, Prabowo dapat sorotan positif: Maruarar Sirait ingatkan prinsip ‘seribu teman itu sedikit’

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 17 Juni 2025 | 19:43 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri) dan Menteri PKP, Maruarar Sirait (kanan) (Instagram.com/@maruararsirait)
Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri) dan Menteri PKP, Maruarar Sirait (kanan) (Instagram.com/@maruararsirait)

GENMILENIAL.ID – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak ke Rusia untuk memenuhi undangan Presiden Vladimir Putin pada 18–20 Juni 2025 mendatang.

Kunjungan ini dalam rangka menghadiri ajang Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025, sebuah forum ekonomi bergengsi yang dihadiri tokoh-tokoh penting dunia.

Menanggapi undangan tersebut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menilai langkah ini mencerminkan meningkatnya wibawa Indonesia di mata dunia, khususnya terhadap sosok Prabowo sebagai pemimpin nasional.

Baca Juga: Polsek Subang intensifkan patroli, imbau warga aktif jaga keamanan lingkungan

"Ini menunjukkan kepercayaan dunia internasional terhadap Pak Prabowo, sekaligus menggambarkan dukungan yang kuat dari dalam negeri," ujar Maruarar kepada wartawan, Senin, 16 Juni 2025.

Maruarar juga menyinggung gaya politik Prabowo yang dikenal mengedepankan pendekatan persahabatan dan dialog.

Ia mengingatkan kembali prinsip yang sering diutarakan Prabowo: 'Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.'

"Pak Prabowo banyak merangkul tokoh-tokoh nasional seperti Pak Jokowi dan Pak SBY. Itu bagian dari upaya membangun kebersamaan," lanjutnya.

Baca Juga: Al Ghazali dan Alyssa Daguise resmi menikah, sempat putus di tengah jalan: Tuhan mempertemukan saat kami lebih dewasa

Prinsip tersebut bukan sekadar retorika. Dalam forum internasional ADF 2025 di Turki, April lalu, Prabowo menyampaikan bahwa pendekatan diplomasi adalah kunci dalam menjaga perdamaian, terutama di kawasan Asia Tenggara.

“Kita cenderung menggunakan diplomasi, bicara, dan terus bicara. Terkadang membosankan, tapi jauh lebih baik daripada bertikai,” kata Prabowo saat itu.

Kunjungan ke Rusia ini dinilai menjadi salah satu upaya konkret menjaga jalur diplomasi terbuka dengan berbagai negara di tengah ketegangan geopolitik global.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X