Langkah Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota OECD menurut Yusril sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan strategis nasional tanpa melibatkan Israel.
Dalam kesempatan yang sama, Yusril menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang membuka kemungkinan membuka hubungan diplomatik dengan Israel asalkan Israel mengakui kedaulatan Palestina.
“Israel harus terlebih dahulu mengakui kemerdekaan Palestina,” ujar Yusril.
Baca Juga: Presiden Macron kagumi Candi Borobudur dan resmikan kemitraan budaya Indonesia-Prancis
“Barulah Indonesia mempertimbangkan membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” sambungnya.
Sebelumnya, media Ynet melaporkan dugaan perundingan rahasia yang telah berlangsung sejak 2024 antara delegasi Indonesia dan Israel sebagai bagian dari strategi masuk OECD.
Media tersebut juga mengutip pernyataan Presiden Prabowo yang membuka peluang diplomasi dengan Israel jika Palestina diakui sebagai negara merdeka.***
Artikel Terkait
Dituduh fasilitasi serangan Hamas ke Israel, pengusaha Palestina Bashar Masri kini digugat 200 keluarga korban asal AS
Pengakuan Prabowo minta dukungan evakuasi warga Gaza ke Timur Tengah: Rumit, tapi RI peduli Palestina
Sempat tolak wacana relokasi, kini Menlu Sugiono diutus ke Palestina demi evakuasi warga Gaza ke RI
Setelah hapus ucapan duka, Israel tegas tidak mengirim pejabat senior ke pemakaman Paus Fransiskus, buntut kecewa dukungan pada Palestina?
Momen Aksi Bela Palestina di Kedubes AS, terbentang spanduk bergambar buah semangka: Tanda solidaritas RI untuk Gaza
Dua staf Kedutaan Israel ditembak mati di Washington, pelaku teriakkan 'Bebaskan Palestina'
Prabowo: Jika Palestina diakui merdeka, Indonesia siap akui Israel