Yusril tegas bantah isu perundingan rahasia RI-Israel terkait OECD

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 20:59 WIB
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra (Instagram/yusrilihzamhd)
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra (Instagram/yusrilihzamhd)

GENMILENIAL.ID - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, secara tegas membantah kabar adanya perundingan rahasia antara Indonesia dan Israel yang dikaitkan dengan proses pencalonan Indonesia sebagai anggota Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).

Dalam keterangan resmi yang dirilis Kamis, 29 Mei 2025, Yusril menolak klaim yang disampaikan oleh media Israel, Ynet, yang menyebutkan adanya pertemuan tertutup sebagai upaya Indonesia memperoleh dukungan Israel untuk masuk ke OECD.

Baca Juga: Presiden Prabowo dampingi Emmanuel Macron kunjungi Candi Borobudur

“Pertemuan seperti itu tidak pernah ada,” tegas Yusril.

Ia juga menolak wacana pembukaan hubungan diplomatik Indonesia-Israel yang disebut-sebut menjadi bagian dari perundingan tersebut.

Yusril mengkritik penggunaan istilah ‘normalisasi’ yang dipakai media tersebut.

Menurutnya, penyebutan ini tidak tepat karena Indonesia dan Israel tidak pernah memiliki hubungan diplomatik sejak awal, sehingga tidak ada yang perlu ‘dinormalisasi’.

Baca Juga: Dari penjara, Nikita Mirzani tulis pesan haru untuk Lolly di hari ulang tahun ke-18

Meski mengakui bahwa Israel pernah menawarkan dukungan dengan syarat membuka hubungan diplomatik, Yusril menegaskan bahwa Indonesia menolak tawaran itu.

“Permintaan tersebut telah kami tolak,” ujar Yusril.

Lebih jauh, Yusril menjelaskan bahwa keanggotaan di OECD tidak mensyaratkan adanya hubungan diplomatik antarnegara anggota.

Saat menghadiri Sidang OECD di Paris pada akhir Maret 2025, Yusril menegaskan tidak ada pembicaraan tentang hubungan bilateral Indonesia-Israel.

Baca Juga: Momen Presiden Macron sentuh stupa Candi Borobudur, Fadli Zon: Beliau sangat menikmati kunjungannya

“Saya sendiri hadir dalam Sidang OECD di Paris pada akhir Maret 2025, dan tidak ada isu seperti yang diberitakan,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X