Dua staf Kedutaan Israel ditembak mati di Washington, pelaku teriakkan 'Bebaskan Palestina'

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 23 Mei 2025 | 03:01 WIB
Foto Ilustrasi - Dua staf Kedutaan Besar Israel tewas ditembak di Washington (freepik/rawpixel)
Foto Ilustrasi - Dua staf Kedutaan Besar Israel tewas ditembak di Washington (freepik/rawpixel)

GENMILENIAL.ID - Dua staf Kedutaan Besar Israel tewas dalam insiden penembakan yang terjadi di luar acara komunitas Yahudi di Museum Yahudi, Washington DC, Rabu, 21 Mei 2025.

Penembakan ini menggemparkan publik Amerika dan internasional.

Peristiwa berdarah itu terjadi di kawasan persimpangan Jalan 3rd dan F, Northwest Washington, tak jauh dari museum, kantor FBI, dan Kejaksaan AS.

Menurut Duta Besar Israel, kedua korban adalah seorang pria dan wanita yang merupakan pasangan muda dan tengah merencanakan pertunangan.

Baca Juga: Disebut ‘Gubernur Lambe Turah’, Dedi Mulyadi: Julukan tak penting, yang penting rakyat sejahtera

Juru Bicara Kedutaan Israel, Tal Naim Cohen, menyatakan bahwa keduanya ditembak dari jarak dekat saat menghadiri acara komunitas Yahudi tersebut.

Kepala Kepolisian Metropolitan Washington, Pamela Smith, mengatakan pelaku tampak mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum kejadian. Tersangka yang diidentifikasi sebagai Elias Rodriguez (30), langsung ditangkap setelah insiden.

Saat diamankan, pelaku berteriak, “Bebaskan Palestina, Bebaskan Palestina.”

Polisi mengungkapkan bahwa Rodriguez tidak memiliki riwayat kriminal maupun kontak sebelumnya dengan penegak hukum.

Baca Juga: Bareskrim ungkap kasus gas oplosan di Jakarta, kerugian negara capai Rp16 miliar

Penembakan ini langsung memicu reaksi keras dari para pejabat tinggi Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump menyebut insiden tersebut sebagai kejahatan antisemitisme.

“Pembunuhan mengerikan di DC ini, yang jelas-jelas berdasarkan antisemitisme, harus diakhiri, Sekarang! Kebencian dan Radikalisme tidak punya tempat di AS,” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social, Kamis, 22 Mei 2025.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menegaskan bahwa pelaku akan dihadapkan ke pengadilan.

“Kami akan membawa pelaku bejat ini ke pengadilan,” ujar Noem melalui platform X.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X