Skandal arisan bodong di Subang: Dugaan penipuan hingga Rp1 miliar, pelaku menghilang, polisi imbau korban segera lapor

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 5 April 2025 | 19:48 WIB
Pendiri Ratu Arisan Subang, Elvira Utami ditemani Kuasa Hukumnya, M. Irwan Yustiarta saat berikan keterangan pers pada awak media, Selasa 25 Maret 2025 lalu
Pendiri Ratu Arisan Subang, Elvira Utami ditemani Kuasa Hukumnya, M. Irwan Yustiarta saat berikan keterangan pers pada awak media, Selasa 25 Maret 2025 lalu

GENMILENIAL.ID – Kasus dugaan penipuan arisan online di Kabupaten Subang kini menjadi perhatian publik. 

Ratusan anggota dari komunitas arisan ‘Ratu Arisan Subang’ diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan dana oleh salah satu admin grup, Yulia Kristin (YK), yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Nilai kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Komunitas Ratu Arisan Subang yang didirikan oleh Elvira Utami sejak tahun 2020 awalnya berjalan lancar. 

Baca Juga: Lebaran sudah usai tapi THR eks pekerja Sritex belum kunjung dibayar, bagaimana kondisinya?

Bermodalkan kepercayaan antar anggota, komunitas ini berkembang hingga memiliki sekitar 40 hingga 50 grup arisan dengan total sekitar 170 anggota. 

Para anggotanya berasal dari Subang, bahkan ada yang bekerja di luar kota dan luar negeri.

Masalah mulai mencuat pada Desember 2024, bertepatan dengan pernikahan YK. Saat itu, mulai terlihat ketidakwajaran dalam pengelolaan dana. 

YK, yang sebelumnya dipercaya sebagai admin dan mitra Elvira, ternyata mengelola arisan tambahan secara pribadi disebut sebagai 'arisan duos' tanpa sepengetahuan pendiri. 

Baca Juga: Alasan Google rela keluarkan Rp500 miliar untuk akuisisi keamanan milik Israel, netralitas dipertanyakan

Aktivitas ini tetap dipromosikan dalam grup utama, sehingga menimbulkan kesan bahwa semuanya terkoordinasi.

"Sejak Desember setelah YK menikah, sampai 5 Maret 2025 terjadi dugaan tidak adanya pembayaran kepada member," kata kuasa hukum Elvira, M. Irwan Yustiarta.

Elvira mengaku sama sekali tidak mengetahui detail aktivitas arisan duos tersebut, termasuk pengelolaan keuangan dan pencairannya. 

Namun karena namanya tetap dicantumkan, banyak anggota mengira semua masih di bawah pengawasan Elvira. 

Baca Juga: Taruhannya sistem keamanan, Google dikabarkan beli perusahaan eks mata-mata Israel senilai Rp500 triliun

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X