Taruhannya sistem keamanan, Google dikabarkan beli perusahaan eks mata-mata Israel senilai Rp500 triliun

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 5 April 2025 | 18:49 WIB
Kabar Google membeli aplikasi Wiz eks mata-mata Israel (Unsplash/pawel_czerwinski)
Kabar Google membeli aplikasi Wiz eks mata-mata Israel (Unsplash/pawel_czerwinski)

GENMILENIAL.ID - Google baru-baru ini mengumumkan langkah besar dalam industri teknologi dengan mengakuisisi Wiz, perusahaan keamanan cloud asal Israel, senilai 32 miliar USD atau seitar Rp500 triliun.

Akuisisi ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan Israel, meskipun masih menunggu persetujuan regulasi.

Menurut pernyataan resmi Google, akuisisi ini bertujuan memperkuat layanan keamanan cloud yang dapat digunakan oleh berbagai entitas, termasuk perusahaan rintisan, korporasi besar, serta institusi pemerintahan.

Baca Juga: Volume kendaraan melintas di Tol Cipali capai 57 ribu hingga sabtu siang

“Organisasi dari berbagai skala—mulai dari startup hingga perusahaan besar dan sektor publik—dapat menggunakan Wiz untuk melindungi seluruh sistem yang mereka kembangkan dan jalankan di cloud,” ujar Google.

Wiz akan bergabung dengan Google Cloud, namun layanan keamanannya tetap dapat digunakan di berbagai platform lain seperti Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Oracle Cloud.

Keputusan ini dinilai sebagai strategi cerdas yang tidak hanya memperkuat ekosistem Google Cloud, tetapi juga memastikan bahwa Wiz tetap relevan di industri cloud computing global.

Namun, di balik keberhasilan ini, terdapat dampak ekonomi yang signifikan bagi Israel.

Baca Juga: Polisi patroli SPBU di Subang, pastikan stok BBM aman selama arus balik Lebaran 2025

Akuisisi ini disebut-sebut sebagai suntikan dana besar bagi perekonomian negara tersebut, yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami tekanan akibat perang di Gaza, Lebanon, dan Suriah.

Menurut laporan Times of Israel, pajak yang diperoleh pemerintah Israel dari transaksi ini diperkirakan mencapai 4 miliar USD yang jika dikonversikan sekitar Rp67 triliun atau sekitar 0,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu.

Dana ini dapat membantu pemerintah dalam membiayai berbagai kebutuhan, termasuk pengeluaran pertahanan dan program sipil di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Tak hanya itu, sekitar 1.800 karyawan Wiz, sebagian besar berbasis di Israel, juga akan mendapatkan keuntungan finansial langsung sebesar $1,5 miliar dari transaksi ini.

Baca Juga: Volume kendaraan di Tol Cipali meningkat 53 persen, Astra imbau pengguna jalan tak berhenti di bahu jalan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Dropsitenews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X