Kemudian setoran minta ditambah Rp20 juta per hari yang ditolak oleh oknum TNI yang terlibat dalam judi sabung ayam tersebut.
Karena itu, Kapolsek membawa personil untuk melakukan penggerebekan ke lokasi judi.
Saat ditanya mengenai jumlah nominalnya, Eko tak memberikan rincian karena masih dalam proses penyidikan.
“Itu (nominalnya) saya belum tahu, uangnya ada dibagi, iya,” kata Eko.
Baca Juga: Hasto minta bebas usai tersandung skandal dugaan suap dan perintangan penyidikan Harun Masiku
“Karena ini putarannya diulang-ulang terus, uangnya dibagi, ada uang yang makan siapa? Ya orang-orang situ lah,” jawabnya.
“Kita bukan bodoh-bodoh amat lah, duit ada bagi, ya. Setoran ada? Ya, udah,” tambahnya.
Eko juga menyebutkan keterlibatan Polsek dan Koramil mengenai uang setoran judi sabung ayam menurut pengakuan saksi.
“Yang jelas mitranya Polsek, yang lain lagi diselidiki, Koramil hubungan dengan Polsek ada uang di wilayah mereka dibagi, itu keterangan saksi, ya,” ujarnya.***
Artikel Terkait
Respons aduan masyarakat, Polsek Subang lakukan penyisiran dan penertiban lokasi yang diduga dijadikan tempat judi sabung ayam
3 Polisi gugur saat gerebek judi sabung ayam di Lampung, alami luka tembak di kepala usai dihujani peluru dari orang tak dikenal
TNI ikut selidiki kasus tewasnya 3 polisi Lampung karena gerebek judi sabung ayam, ada dugaan oknum anggotanya terlibat
Dua oknum TNI diduga terlibat dalam penembakan saat penggerebekan judi sabung ayam di Lampung menyerahkan diri, Kapendam pastikan ada sanksi
Penggerebekan judi sabung ayam tewaskan 3 polisi Lampung, 12 selongsong peluru ditemukan saat olah TKP
Hasil autopsi 3 polisi yang gugur dalam tugas penggerebekan judi sabung ayam di Lampung, terungkap peluru menembus dada dan kepala korban
Kasus judi sabung ayam di Lampung tewaskan 3 polisi, ada dugaan bagi-bagi duit ke Koramil dan Polsek