Hal ini dinilai berpotensi menghambat tujuan utama program MBG dalam meningkatkan gizi anak-anak sekolah.
“Saya harap ini benar-benar diperhatikan agar tidak terjadi lagi. Pastikan kandungan makanan betul-betul dikaji dan disesuaikan sehingga makanan yang sampai ke anak-anak dan ibu hamil benar-benar berkualitas,” imbuhnya.
Sebagai tanggapan, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memberikan klarifikasi terkait perbedaan harga bahan baku dalam program MBG.
Menurutnya, KPK belum menerima penjelasan bahwa pagu anggaran memang bervariasi berdasarkan kategori penerima manfaat.
"KPK belum mendapat penjelasan bahwa pagu bahan baku berbeda dari awal. Anak PAUD sampai SD kelas 3 patokannya Rp 8.000. Anak lainnya Rp 10.000," ujar Dadan, Sabtu 8 Maret 2025.
Dadan menambahkan bahwa pagu bahan baku ini juga disesuaikan dengan indeks kemahalan daerah, yang menyebabkan perbedaan harga di berbagai wilayah.
“Misalnya Papua, Puncak Jaya Rp59.717 dan lain-lain. Penggunaan anggaran bahan baku ini sifatnya at cost. Kalau kelebihan akan dikembalikan, kalau kekurangan akan ditambah,” jelasnya.
KPK berharap agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah pencegahan agar program MBG dapat berjalan sesuai harapan dan tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu.***
Artikel Terkait
Ada kasus keracunan MBG, Kepala Badan Gizi Nasional: Itu mitra yang baru-baru
Imbas maraknya kasus keracunan makanan dari MBG, Kepala BGN minta para mitra untuk upload video saat memasak di sosmed: Bentuk pertanggungjawaban kami
Menyoal kasus keracunan MBG, siapa yang akan menanggung biaya pengobatannya? begini jawaban Badan Gizi Nasional
KPK mulai cium praktik curang di pelaksanaan MBG, anggaran makan Rp10.000 diam-diam diturunkan jadi Rp8.000
KPK terima bocoran info ada praktik ‘pilih kasih’ di dapur MBG, dari pembangunan hingga bahan baku yang dipakai
Gerak cepat Kepala Badan Gizi Nasional, bantah perbedaan anggaran Rp10.000 dan Rp8.000 MBG bukan karena korupsi
Temukan temuan pemangkasan MBG, KPK minta pemerintah perketat pengawasan