Singgung potensi penyimpangan di dapur MBG, Prabowo: Pakai minyak goreng yang bersih

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 22 Februari 2025 | 16:49 WIB
Presiden Prabowo memimpin konferensi video dengan SPPI terkait pelaksanaan MBG di Istana Negara, Selasa, 18 Februari 2025 (setkab.go.id)
Presiden Prabowo memimpin konferensi video dengan SPPI terkait pelaksanaan MBG di Istana Negara, Selasa, 18 Februari 2025 (setkab.go.id)

Makan Bergizi Gratis sudah sampai pada 1,4 juta penerima manfaat

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo membagikan update terbaru mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Sudah dimulai sejak 6 Januari 2025, sudah ada 570 SPPG dan penerima manfaat sebanyak 1,4 juta.

Baca Juga: Razman Nasution tegaskan siap mundur jadi kuasa hukum Vadel Badjideh jika dakwaan tentang kasus anak Nikita Mirzani terbukti benar

“Jadi unit dapur kita, unit manajemen kita sudah 570, dan sudah ada 1.469.651 penerima manfaat,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan kalau target program MBG adalah bisa menjangkau lebih banyak masyarakat di akhir tahun nanti.

“Kita inginkan nanti akhir tahun ini 82,9 juta akan merasakan,” katanya.

“Memang tidak bisa seketika, begitu banyak yang mengharapkan, tapi ya sudah ini sesuai kemampuan kita,” tambahnya.

Target penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis

Untuk pelaksanaan MBG, target periode pertama dimulai Januari hingga April 2025 dengan target 3 juta penerima manfaat.

Baca Juga: Tak hanya meninjau program Makan Bergizi Gratis di SMAN 13 Jakarta, Wapres Gibran juga bagi-bagi skincare: Biar tidak jerawatan

Untuk periode kedua, target penerima manfaat adalah 6 juta yang akan berlangsung dari April hingga Agustus 2025.

Kemudian sampai akhir tahun, target penerima manfaat sejumlah 15 juta orang dengan anggaran yang dimiliki Badan Gizi Nasional senilai Rp71 Triliun sebelum terkena pemotongan anggaran.

Wacana tambahan anggaran Rp100 Triliun sempat muncul ketika Presiden Prabowo memberikan instruksi baru untuk mencapai target 89 juta penerima manfaat dan BGN membutuhkan tambahan anggaran.

“Jadi Pak Presiden bertanya ke kami, kalau diajukan percepatan berada dana yang dibutuhkan? Kami jawab Rp100 Triliun,” kata Kepala BGN, Dadan Hindayana pada Sabtu, 25 Januari 2025 lalu usai Rampinas PIRA.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X