Mengutip dari New York Post, Donald Trump buka suara tentang permintaan membuka file pengajuan visa hingga lakukan deportasi pada Pangeran Harry.
Dalam keterangannya, ia juga membawa nama Meghan Markle.
“Saya tidak ingin melakukannya,” ucap Donald Trump.
“Saya akan membiarkannya (Pangeran Harry), dia sudah cukup punya masalah dengan istrinya, dia (Meghan Markle) mengerikan,” imbuhnya.
Duke dan Duchess of Sussex itu telah lama menjadi kritikus vokal terhadap Donald Trump.
Meghan Markle menyebutnya sebagai orang yang suka memecah belah dan misoginis dalam pernyataan publik sebelumnya.
Sementara Donald Trump sering mengejek Harry, mengklaim bahwa sang pangeran terlalu menurut pada Meghan.
“Saya pikir Harry yang malang sedang ditipu,” kata Donald Trump dalam wawancara sebelumnya.
Aturan imigrasi Amerika Serikat yang dimasalahkan The Heritage Foundation
Dalam aturan imigrasi Amerika disebutkan kalau pemohon harus bersih dari rekam jejak penggunaan obat-obatan terlarang.
Baca Juga: Trump putuskan menutup USAID, ini dampaknya bagi kesehatan di Indonesia termasuk stunting
Jika ketahuan berbohong, maka pemohon akan menghadapi konsekuensi yang serius, termasuk deportasi.
Presiden Donald Trump saat kampanye pada Maret 2024 lalu pernah menyatakan kalau harus ada keputusan tegas
“Jika mereka tahu sesuatu tentang obat-obatan dan dia berbohong, mereka harus mengambil tindakan yang tepat,” ucap Trump kala itu.
Artikel Terkait
Kunjungan diam-diam Pangeran Harry dan Meghan Markle ke pusat pengungsian korban kebakaran Los Angeles
Meghan Markle kena nyinyir usai terlihat di pengungsian korban kebakaran LA bersama Pangeran Harry
Pangeran Harry terancam dideportasi dari Amerika? The Heritage Foundation minta pengajuan visanya dibuka ke publik usai mengaku konsumsi narkoba
Permasalahan visa pangeran Harry kembali mencuat, muncul kecurigaan sempat dapat perlindungan dari mantan Presiden Joe Biden
Baru saja terlihat bersama sambangi korban kebakaran LA, mencuat rumor pernikahan 6 tahun Pangeran Harry dan Meghan Markle kandas
Elon Musk ditunjuk Trump untuk memimpin Departemen Efisiensi setelah membubarkan Kementerian Pendidikan AS
Trump putuskan menutup USAID, ini dampaknya bagi kesehatan di Indonesia termasuk stunting