Trump putuskan menutup USAID, ini dampaknya bagi kesehatan di Indonesia termasuk stunting

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 10 Februari 2025 | 09:08 WIB
Kegiatan USAID di Indonesia sebelum Trump memutuskan menutup USAID (Instagram.com/usaidindonesia)
Kegiatan USAID di Indonesia sebelum Trump memutuskan menutup USAID (Instagram.com/usaidindonesia)

GENMILENIAL.ID - United States Agency for International Development (USAID), badan pembangunan internasional milik Amerika Serikat, dipastikan akan ditutup. 

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Department of Government Efficiency (DOGE) AS, Elon Musk, dalam sesi X Spaces pada Senin 3 Februari 2025.

"Terkait dengan USAID, saya sudah berbicara dengan (Presiden AS Donald Trump) secara mendetail dan dia setuju kita harus menutupnya," ungkap Musk.

Persetujuan dari Trump disebut sebagai langkah pemangkasan anggaran pemerintah. 

Baca Juga: Mengintip sepak terjang karier Kevin Diks main bola, dari cerita petualangan bareng Garuda hingga tantangan baru di liga Jerman

Dana bantuan yang sebelumnya diberikan kepada lebih dari 100 negara, termasuk negara-negara miskin, akan dialihkan ke program bantuan kemanusiaan yang lebih sejalan dengan kebijakan Make America Great Again (MAGA).

Sebelumnya, Musk secara terang-terangan menyebut USAID sebagai “sarang ular berbisa kaum Marxis kiri radikal” yang menentang kepentingan AS. 

Ia bahkan menuding lembaga ini sebagai alat CIA yang mendanai penelitian senjata biologis, termasuk yang diduga berkaitan dengan awal mula pandemi COVID-19.

Ke depan, USAID akan diintegrasikan ke dalam Departemen Luar Negeri AS. 

Baca Juga: Sisi lain karier baru pemain Garuda Kevin Diks, begini dilema bek kawakan di Eropa itu: Soal kesempatan emas hingga ingin naik level

Menteri Luar Negeri Marco Rubio bahkan mengklaim telah menempati posisi Direktur USAID, menyusul pernyataan Elon Musk bahwa Trump telah menyetujui pembubaran lembaga tersebut.

Kontroversi dan protes

Keputusan ini memicu perdebatan, terutama di kalangan pegawai USAID. 

Sebab, selama ini USAID dikenal sebagai lembaga independen, dan langkah Trump dalam mengambil alihnya dianggap melanggar regulasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X