Jusuf Hamka kemudian menjelaskan kalau peristiwa itu terjadi karena dirinya banyak melakukan islamisasi.
“Karena saya melakukan pengislaman, makanya dianggap islamisasi terus dikaitkan dengan pembajakan Woyla untuk dilaporkan kepada Presiden Soeharto,” terangnya.
“Supaya ada pembenaran menangkap saya, karena waktu itu kan saya anak angkatnya Bu Adam Malik,” imbuhnya.
Setelah penyidikan dan interogasi kepada pembajak pesawat, terungkap jika Jusuf Hamka tidak berada di balik kasus tersebut.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis membuat 40 siswa di Sukoharjo keracunan, presiden tegas lakukan ini
Peristiwa pembajakan Woyla
Pembajakan pesawat Garuda penerbangan 206 sering disebut sebagai Peristiwa Woyla.
Pesawat tersebut dibajak pad 28 Maret 1981 oleh Komando Jihad di Indonesia saat pesawat masuk wilayah udara Palembang-Medan sekitar pukul 10:10 WIB.
Pesawat yang harusnya terbang dengan rute Jakarta-Medan itu diterbangkan hingga ke Malaysia bahkan Thailand.
Pembebasan pesawat dilakukan dengan Operasi Woyla di Bandara Don Mueang, Bangkok, Thailand.***
Artikel Terkait
Tidak terbukti narkoba, polisi bebaskan Saipul Jamil sedangkan asisten dan pemasoknya telah ditangkap polisi
Kedepankan pendekatan soft approach, pilot Susi Air akhirnya dibebaskan
Usai dibebaskan, ini momen haru Capt Philip Mark Marthens video call dengan istri dan keluarganya
Presiden Jokowi apresiasi TNI-Polri bebaskan pilot Susi Air
Konsumsi media di Indonesia didominasi medsos? begini kata CEO Props di Event Mediapreneur Talks Promedia di Palembang
Mengenal Ronald Wijaya, sosok di balik kesuksesan mie instan lemonilo yang ungkap lika-liku perjalanan bisnisnya
3 Kisah unik Rano Karno, Wagub DKI Jakarta yang melekat di hati warga sebagai ‘Si Doel’ dengan kehidupan bersahaja semasa kecil