“Itu rencana-rencana kita yang akan kita bangun TPS 3R tadi,” terangnya.
Lanjut Hari, agar efektif di TPS-TPS 3R tersebut nantinya akan dikelola oleh kelompok masyarakat sekitar TPS, selain sebagai pemberdayaan juga akan menjadi sebuah habit.
“Ada aktivitasnya, nanti disitu akan kita kasih intensif juga dan dikelolanya oleh kelompok masyarakat itu sendiri,” ucap Hari
“Karena kan sampah itu, kalau kita ngomong ya, harus menjadi habit ya, memilah sampah itu harus jadi habit,” tambahnya.
Baca Juga: Akun pengamat IT ini digeruduk netizen pasca isu ransomware BRI terbukti hoax
Hari juga menjelaskan bahwa di Subang kota saat ini Rumah Makan, Restoran, Rumah Sakit harus memilah sampah organiknya, kalau tidak dipilah, Dinas LH tidak akan mengangkutnya.
“Di Subang Kota, Rumah Makan, Restoran, Rumah Sakit, harus memilah sampah organiknya, kalau tidak dipilah tidak akan diangkut oleh kita,” ucap Hari.
Beberapa Rumah Makan tersebut, lanjut Hari seperti KFC dan Gacoan sudah melakukan pemilahan sampah organik dan non organik.
“Bahkan sekarang kita yang kesulitan, wah sampah organiknya banyak nih, harus diolah lagi sama kita kemudian kita fermentasikan baru kita jadikan sebagai pakan magot, magotnya nanti bisa dijual ke peternak ayam, peternak bebek atau ke pemancing, kemana-mana kita jual,” tuturnya.***
Artikel Terkait
Sepanjang tahun 2023 BNPB telah mencatat ada 4.940 bencana alam
Minimalisir bencana saat musim hujan, Kapolres Subang terjun langsung ke sungai bersihkan eceng gondok di Desa Cilamaya Girang
BPBD Subang tempatkan tiga titik posko kolaborasi dalam antisipasi bencana pada arus mudik 2024
ESAI : Cegah bencana, mulai dari gerakan membuang sampah pada tempatnya
Hindari bencana, ini 8 langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian alam
Jaga ekosistem, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang bersihkan saluran air perkotaan dari sampah
Intensitas hujan cukup tinggi, Pj. Bupati minta warga Subang waspada dan jaga kebersihan lingkungan serta saluran air untuk hindari bencana