"Relatif, anak-anak dari usia 8 tahun," jawab Hasan.
Berikutnya, Deddy menanyakan hal yang para korban alami dalam kasus pelecehan tersebut.
"Mereka (korban) diperkosa? disodomi? Berapa banyak?" ujar influencer itu melempar pertanyaan berikutnya kepada Hasan.
"Iya semacam itu, bahkan ada (korban) yang usianya 7 tahun," jawab sang guru dari para santri yang menjadi korban pelecehan tersebut.
Berikutnya, Hasan juga mengaku dirinya pernah menerima keluhan dari seorang santrinya yang mengutarakan keinginannya untuk pulang.
Akan tetapi, Hasan menyesalkan saat itu tidak menggali alasannya lebih dalam.
"Saya pernah tabayyun (konfirmasi) dari seorang santri, anak ini dari Maluku. Anak ini sama saya suka ngeluh, 'Ustaz saya ingin pulang'," ungkapnya.
"Saya kan nanya, 'ngapain di sini enak, fasilitasnya banyak', dia usianya 14 tahun, dia nggak pernah cerita," sambungnya.
Seiring waktu berlalu, dirinya lantas meminta bantuan pembina santri untuk membujuk santri asal Maluku tersebut untuk bercerita.
"Akhirnya saya minta bantuan kakak pembina, akhirnya dia terbuka kalau setiap malam suka mendapat pelecehan," tutur guru santri itu.
"Pengakuannya sih sejak awal semenjak dia gabung, untuk tahunnya saya lupa," tandanya.
Artikel Terkait
Menggugah minat anak, ini 5 tips menarik pembelajaran biologi di sekolah
Pendidikan sekolah perwira gelombang 1 telah dibuka, diikuti oleh 2.000 personel Bintara Polri
ESAI : Sekolah ramah guru dan tenaga kependidikan
ESAI : Bukan sekolah di negeri dongeng
PT Dahana beri bantuan fasilitas pendidikan pada SDN Darmaga V, sebagai sekolah di Subang yang mewakili Lomba Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jabar
Hadapi tantangan dunia pendidikan, seperti ini cara yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMPN 6 Subang
Kejar target perekaman 9 ribu pemilih pemula, KPU dan Disdukcapil Subang jemput bola ke desa-desa dan sekolah