DPR minta pemerintah berikan pendampingan psikologis bagi para korban pelecehan seksual di Panti Asuhan Tangerang

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Minggu, 13 Oktober 2024 | 06:35 WIB
Potret Anggota DPR RI Arzeti Bilbina yang menyoroti kondisi psikologis korban pelecehan di Panti Asuhan Darussalam An-Nur, Tangerang, pada Jumat, 11 Oktober 2024. Simak kesaksian sang guru santri berikut ini.  (Dokumen HO Humas DPR RI)
Potret Anggota DPR RI Arzeti Bilbina yang menyoroti kondisi psikologis korban pelecehan di Panti Asuhan Darussalam An-Nur, Tangerang, pada Jumat, 11 Oktober 2024. Simak kesaksian sang guru santri berikut ini. (Dokumen HO Humas DPR RI)

GENMILENIAL.ID - Pendampingan psikologis perlu diberikan bagi para korban pelecehan seksual yang terjadi di Panti Asuhan Darussalam An-Nur, Tangerang, Banten. Hal itu disampaikan oleh Anggota DPR RI Arzeti Bilbina beberapa waktu lalu.

"Selain pemeriksaan kesehatan fisik, pendampingan psikologis bagi para korban secara intens harus menjadi prioritas," kata Arzeti kepada wartawan di Jakarta, pada hari Jumat, tanggal 11 Oktober 2024.

Anggota DPR RI itu menyoroti kesehatan mental anak-anak yang mengalami pelecehan seksual di panti asuhan tersebut. "Ini demi kesehatan mental anak-anak yang mengalami kejadian keji yang sangat luar biasa itu," terangnya.

Arzeti pun mengecam keras tindakan pencabulan yang terjadi di Panti Asuhan Tangerang tersebut dan mengutuk tiga orang tersangka yang merupakan oknum pengurus yayasan.

Baca Juga: Kasus tewasnya dokter Aulia, IDI soroti fenomena yang terjadi di dalam dunia pendidikan dokter spesialis

"Ini sebuah tindakan keji dan sangat mengkhawatirkan. Yayasan Panti Asuhan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak, malah ada aksi yang tidak terpuji dari pemilik dan pengurusnya sendiri," ujarnya.

Sebagai informasi, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka, yaitu Pemilik Yayasan, Sudirman (49), dan dua orang pengasuh santri, Yusuf Bahtiar (30) dan Yandi Supriyadi (28).

Saat ini, Polda Metro Jaya melaporkan korban pelecehan seksual yang terjadi di Panti Asuhan Darussalam An-Nur itu bertambah satu orang, sehingga totalnya menjadi delapan orang.

Kesaksian Sang Guru Santri

Pada kesempatan berbeda, influencer Deddy Corbuzier melakukan wawancara dengan salah satu guru santri yang bernama Hasan, di panti asuhan tersebut.

Salah satu kesaksian Hasan yang membuat kasus ini terasa miris adalah saat dirinya mengaku pernah menerima keluhan dari santrinya yang ingin pulang.

"Yang dilecehkan kebanyakan anak laki - laki," kata Hasan dalam unggahan video YouTube Deddy Corbuzier yang tayang pada hari Jumat, tanggal 11 Oktober 2024.

Menyikapi pernyataan tersebut, Deddy penasaran dengan umur para korban.

"Anak-anak ini umurnya berapa?" kata Deddy kepada sang guru di panti asuhan itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Sumber: DPR RI, Deddy Corbuzier

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X