Aksi bangga Kaesang dan Bobby sebagai keluarga ‘Mulyono’ ungkap fenomena politik yang terjadi di Indonesia

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Senin, 30 September 2024 | 11:36 WIB
Potret Cagub Sumatera Utara Bobby Nasution di Pilkada 2024. (Instagram.com/@bobbynst)
Potret Cagub Sumatera Utara Bobby Nasution di Pilkada 2024. (Instagram.com/@bobbynst)

"Fenomena demokrasi elit ini mesti jadi pelajaran penting bagi siapapun yang tak berpartai, tapi punya syahwat kekuasaan," kata Adi dalam unggahan Instagram pribadinya @adiprayitno.official, pada tanggal 10 Agustus 2024 lalu.

Pengamat kenamaan itu menyampaikan, politik di Indonesia itu sederhana dan tidak perlu 'dibawa perasaan' saat para elit politik tampil di hadapan publik.

Baca Juga: Selain buah yang segar, ini kandungan vitamin yang ada dalam buah nanas

"Jangan pernah baper, jangan di bawa ke hati. Hari ini lawan besok bisa kawan. Prinsip utama politik mendapat keuntungan pribadi dan kelompok. Ya, mendapat kekuasaan dengan cara apapun" ungkapnya.

Selain itu ia juga menilai, praktik politik yang terjadi sering kali brutal dan membabi buta. Menurutnya, fenomena semacam ini semua demi keuntungan politik belaka.

"Berbohong dan ingkar janji perkara biasa. Bahkan, ada yang rela menghabisi partainya sendiri. Semua demi keuntungan politik," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Presiden RI Jokowi yang menyoroti Pilkada dan Pilpres yang kerap dilakukan dengan berbagai cara untuk menarik perhatian publik.

Baca Juga: Tim U-20 Indonesia berhasil kalahkan Timor Leste dengan skor 3-1 pada laga kualifikasi Piala Asia U-20 2025, ini kata pelatih Indra Sjafri

Jokowi menilai, hal itu terkadang membuat publik merasa tersinggung karena perbedaan pilihan politik.

"Meski sudah ada Pemilu Presiden 2014 empat tahun lalu, rasa tidak suka dan benci akibat perbedaan pilihan politik masih terasa hingga sekarang," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 24 Oktober 2018 lalu.

Fenomena ‘konflik’ yang melibatkan Kaesang maupun Bobby di media sosial juga erat kaitannya dengan kemunculan oligarki modern di Indonesia.

Kemunculan Oligarki Modern

Mengacu pada pendapat Aristoteles yang menjelaskan, oligarki sebagai kekuasaan yang dipegang oleh segelintir orang dan menganggapnya sebagai wujud dari pemerintahan yang buruk.

Baca Juga: Lebih dari sekadar santapan, ini 7 manfaat berkencan dengan makan di luar

Lahirnya oligarki modern di Indonesia, terjadi selama perluasan kapitalisme pasar di bawah pemerintah otoriter Soeharto pada periode 1966-1998.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Sumber: Setkab RI, 360 Org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X