Aksi bangga Kaesang dan Bobby sebagai keluarga ‘Mulyono’ ungkap fenomena politik yang terjadi di Indonesia

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Senin, 30 September 2024 | 11:36 WIB
Potret Cagub Sumatera Utara Bobby Nasution di Pilkada 2024. (Instagram.com/@bobbynst)
Potret Cagub Sumatera Utara Bobby Nasution di Pilkada 2024. (Instagram.com/@bobbynst)

Pada masa pemerintahan Soeharto, membuka jalan bagi aliansi birokrat kuat dan bisnis besar untuk mengumpulkan kekayaan dan kekuasaan.

Adapun salah satu indikator dari lahirnya oligarki yang disorot aktivis dan akademisi di Indonesia, karena dinilai telah melemahkan perlawan Indonesia terhadap korupsi.

Maka dari itu, kehadiran reformasi dirancang untuk memerangi korupsi di Indonesia, dengan mengangkat Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena janjinya memerangi korupsi dan gratifikasi.

Baca Juga: Efek buruk tidak makan sebelum tidur, mitos atau fakta yang harus diwaspadai?

Saat ini, orde reformasi menghasilkan pembentukan lembaga yang diharapkan mampu membebaskan Indonesia dari korupsi.

Adapun lahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memiliki kewenangan untuk mengusut korupsi di Indonesia dan Ombudsman yang bertindak sebagai 'polisi' pejabat negara.

Memang tidak mudah percaya yang dimiliki masyarakat yang hidup di era reformasi dewasa ini.

Hal ini menjadikan masyarakat cenderung lebih berani untuk mengutarakan pendapatnya melalui media sosial terhadap para pejabat negara dan orang-orang di sekitarnya yang dinilai melakukan pelanggaran.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Sumber: Setkab RI, 360 Org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X