Sat Reskrim Polres Subang tangkap 5 pelaku pengeroyokan Muhamad Idham, ini kronologis kejadian hingga korban meninggal dan pasal yang disangkakan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 7 Juni 2024 | 15:05 WIB
Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu didampingi Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Herman Saputra saat berikan pers pada awak media di Mapolres Subang
Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu didampingi Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Herman Saputra saat berikan pers pada awak media di Mapolres Subang

Baca Juga: ESAI : Anak seusia SMP dan perilaku kekerasan

Kapolres Subang juga mengatakan tidak menutup kemungkinan selama proses penyidikan yang dilakukan oleh pihaknya akan ditemukan bukti-bukti lain terkait dengan tersangka.

“Tidak menutup kemungkinan selama proses penyidikan ini akan ditemukan bukti-bukti lain terkait dengan tersangka,” ujarnya.

Para pelaku pengeroyokan Muhamad Idham dijaga ketat oleh pihak kepolisian Polres Subang
Para pelaku pengeroyokan Muhamad Idham dijaga ketat oleh pihak kepolisian Polres Subang

Untuk modus operandi, kata AKBP Ariek, para tersangka memukul korban dengan benda tumpul.

“Pada hari Sabtu, pukul 03.00 pagi, saksi inisial S ditelpon oleh orang tuanya, karena saksi S dan korban M saat itu ada acara liwetan, namun sampai pukul 03.00 tidak kembali kerumah, kemudian orang tua S menghubungi untuk segera kembali ke rumah,” kata AKBP Ariek.

Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD bahas RPJPD Subang 2025-2045 dan tata cara pembentukan produk hukum daerah, ini nota pengantar Pj. Bupati atas 2 Raperda tersebut

Sekira sampai di TKP, yaitu di depan SD Sukamaju, saksi dan korban dilempari batu oleh masyarakat atau orang di TKP tersebut berjumlah 2 orang saat itu.

“Kemudian terjatuh keduanya, namun S melarikan diri yang mengendarai kendaraan bermotor, namun korban saat itu sudah tersungkur dijalan,” terangnya.

Dari dua yang melempari batu tersebut, kemudian datang berduyun-duyun yang lainya ikut melakukan penganiyaan korban di TKP.

“Baik dengan menggunakan bambu kemudian melakukan kekerasan maupun dengan benda tumpul yaitu batu, kemudian pukul 05.00 WIB ditemukan oleh warga dan dibawa kerumah sakit,” jelasnya.

Baca Juga: 30 Tahun pengabdian, Alumni Akabri 1994 gelar baksos dan penanaman pohon mangrove di Pondok Bali Subang

Pada awalnya korban M dibawa ke Rumah Sakit Ciereng namun tidak dilakukan upaya signifikan sehingga warga kemudian membawanya ke RS Hamori.

Pada saat itu, kata AKBP Ariek korban masih dalam keadaan masih hidup namun sudah mulai kritis, sedangkan di RS Hamori korban dirawat selama 10 hari sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Ada beberapa informasi diluar sana bahwasanya korban bertemu dengan geng motor jadi kita perjelas disini bahwasanya korban itu adalah ketemu dengan warga sekitar di lokasi TKP tersebut,” paparnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X