Baca Juga: ESAI : Anak seusia SMP dan perilaku kekerasan
Kapolres Subang juga mengatakan tidak menutup kemungkinan selama proses penyidikan yang dilakukan oleh pihaknya akan ditemukan bukti-bukti lain terkait dengan tersangka.
“Tidak menutup kemungkinan selama proses penyidikan ini akan ditemukan bukti-bukti lain terkait dengan tersangka,” ujarnya.
Untuk modus operandi, kata AKBP Ariek, para tersangka memukul korban dengan benda tumpul.
“Pada hari Sabtu, pukul 03.00 pagi, saksi inisial S ditelpon oleh orang tuanya, karena saksi S dan korban M saat itu ada acara liwetan, namun sampai pukul 03.00 tidak kembali kerumah, kemudian orang tua S menghubungi untuk segera kembali ke rumah,” kata AKBP Ariek.
Sekira sampai di TKP, yaitu di depan SD Sukamaju, saksi dan korban dilempari batu oleh masyarakat atau orang di TKP tersebut berjumlah 2 orang saat itu.
“Kemudian terjatuh keduanya, namun S melarikan diri yang mengendarai kendaraan bermotor, namun korban saat itu sudah tersungkur dijalan,” terangnya.
Dari dua yang melempari batu tersebut, kemudian datang berduyun-duyun yang lainya ikut melakukan penganiyaan korban di TKP.
“Baik dengan menggunakan bambu kemudian melakukan kekerasan maupun dengan benda tumpul yaitu batu, kemudian pukul 05.00 WIB ditemukan oleh warga dan dibawa kerumah sakit,” jelasnya.
Pada awalnya korban M dibawa ke Rumah Sakit Ciereng namun tidak dilakukan upaya signifikan sehingga warga kemudian membawanya ke RS Hamori.
Pada saat itu, kata AKBP Ariek korban masih dalam keadaan masih hidup namun sudah mulai kritis, sedangkan di RS Hamori korban dirawat selama 10 hari sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Ada beberapa informasi diluar sana bahwasanya korban bertemu dengan geng motor jadi kita perjelas disini bahwasanya korban itu adalah ketemu dengan warga sekitar di lokasi TKP tersebut,” paparnya.
Artikel Terkait
Minimalisir bencana saat musim hujan, Kapolres Subang terjun langsung ke sungai bersihkan eceng gondok di Desa Cilamaya Girang
Kisruh panjang dugaan asusila Kades dengan janda, Kapolres Subang turun tangan terjunkan personil dan fasilitasi warga audensi dengan Kades Kalensari
Jelang perhelatan Liga 3 Nasional, Kapolres Subang cek Stadon Persikas
Kapolres Subang serahkan 10 jenazah kecelakaan tragedi Ciater pada keluarga korban di RSUD Subang, ini daftar nama-namanya!
Pj. Bupati Subang jenguk siswa SMP korban pengeroyokan yang sudah 6 hari belum sadarkan diri di RS Hamori
Sempat jalani perawatan di RS Hamori, korban pengeroyokan geng motor meninggal dunia, Pj. Bupati harap kejadian serupa tidak terulang lagi di Subang
Jelang Pilkada 2024, Kapolres Subang sebut bahwa media punya power besar dan ajak jurnalis untuk berbagi informasi serta lawan berita hoax