Dalam keteranganya, kata Kombes Surawan pihaknya akan mengecek lagi siapa yang menyuruh melakukan seperti itu, selain menguras kamar mandi apa lagi yang dilakukan oleh banpol.
"Makanya kita geledah rumahnya supaya lebih jelas lagi, siapa tau ada barang-barang yang dia bawa," imbuhnya.
Kombes Surawan juga menjelaskan bahwa TKP awal memang sudah tidak utuh, sudah rusak dan kondisi bak sudah terkuras.
"TKP sempat diserahkan kepihak keluarga, karena kan sudah lama mungkin, sempat polisi dibuka, ini karena ada kepentingan olah TKP lagi, jadi ini kita jadikan sebagai tempat kejadian perkara," ujarnya.
Ia pun menyebut masih ada beberapa bagian TKP yang masih utuh, salah satunya adalah bercak darah.
Dalam pengungkapkan kasus pembunuhan yang sudah memakan waktu 2 tahun lebih ini, Kombes Surawan juga menyebut bahwa yang diperlukan adalah soal ketelitian dan ketekunan.
"Kita merangkai barang bukti dari dokter forensik, kemudian kita cocokan dengan Puslabfor dan sebagainya, ini kita rangkai lagi," terangnya.
Artikel Terkait
Kasus pembunuhan ibu dan anak, Yoris berharap ada keadilan, kuasa hukum akan kawal hingga terang benderang
Pasangi garis polisi, Polda Jabar akan olah TKP ulang kasus pembunuhan ibu dan anak pekan depan
Olah TKP ulang kasus pembunuhan ibu dan anak, ramai dikunjungi warga dan dijaga ketat polisi
Update kasus pembunuhan ibu dan anak, Ditreskrimum sebut olah TKP ulang sudah sesuai dengan keterangan Danu
Babak baru kasus pembunuhan ibu dan anak, Kapolda Jabar turun langsung meninjau lokasi pada olah TKP ulang
Kasus Subang, LPSK datangi rumah keluarga korban pembunuhan ibu dan anak
Kasus pembunuhan ibu dan anak, anggota DPRD Subang berharap polisi menindak seadil-adilnya