Baca Juga: IHSG anjlok lagi, apa dampaknya pada masyarakat kecil? Ini penjelasannya
Sambungan kabel yang tidak tepat dapat menyebabkan arus berlebih, hubungan pendek, atau panas berlebihan pada kabel.
Risiko ini bisa meningkat apabila pemasangan dilakukan tanpa mengikuti spesifikasi dan prosedur yang direkomendasikan pabrikan.
2. Kabel rusak akibat gigitan tikus
Mobil yang jarang digunakan atau diparkir di lokasi tertentu berpotensi menjadi tempat persembunyian tikus.
Hewan pengerat ini dapat merusak lapisan pelindung kabel dan mengganggu sistem kelistrikan.
Baca Juga: Warga Sidajaya gotong royong cor jalan 600 meter, akses petani dua dusun jadi perhatian
Apabila kabel yang rusak bersentuhan dengan bagian lain, kondisi tersebut dapat memicu korsleting.
Karena itu, ruang mesin perlu diperiksa secara berkala, termasuk ketika kendaraan terlihat normal dari luar.
3. Kebocoran bahan bakar
Bensin merupakan bahan yang mudah terbakar jika bertemu sumber penyalaan yang sesuai.
Kebocoran pada tangki, selang, atau sambungan sistem bahan bakar dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Baca Juga: Alih fungsi 13,4 hektare sawah untuk Pertamina, Subang minta irigasi dan pompa diperbaiki
Risiko semakin besar jika bahan bakar mengenai komponen bersuhu tinggi atau bersentuhan dengan sumber percikan api.
Jika mencium bau bensin yang tidak biasa, pengemudi sebaiknya menghentikan penggunaan kendaraan di tempat aman dan meminta pemeriksaan teknisi.
Artikel Terkait
Baterai mobil listrik sudah berumur, apakah biaya perbaikannya bisa lebih mahal dari nilai mobil bekas?
Mobil di atas 1.400 cc dilarang beli pertalite? Cek faktanya sebelum ke SPBU
Tak harus tua, 7 mobil bekas ini di bawah Rp100 juta
Cari mobil keluarga Rp100 jutaan? Ini pilihan MPV bekas dari tahun 2016 hingga 2022
Mobil bekas tahun 2020 ke atas tak selalu mahal, ada yang di bawah Rp100 juta
Viral supplier kirim 280 kg ayam ke SPPG pakai mobil bak terbuka, Chef Kumink singgung aturan cold chain BGN yang diabaikan
Mobil terbakar di TIS Square Tebet, api merembet ke kendaraan lain