Ia menambahkan bahwa Maltofer telah dikenal luas melalui rekomendasi tenaga kesehatan dan mudah diakses oleh masyarakat untuk membantu mengatasi kekurangan zat besi, baik dengan maupun tanpa anemia.
Senada, Senior General Manager Marketing PT Combiphar, Debi Widianti, menjelaskan bahwa Maltofer telah dipercaya secara global selama lebih dari 60 tahun.
Baca Juga: Kisah ayah temani anak nonton NCT WISH di ICE BSD tuai pujian, rela demi kenangan manis
“Maltofer hadir sebagai solusi suplementasi zat besi yang dipercaya dan menjadi pemimpin pasar dalam format cair di segmen anak,” ungkapnya.
Teknologi IPC Bantu Penyerapan Lebih Optimal
Maltofer menggunakan teknologi Iron Polymaltose Complex (IPC), yakni bentuk zat besi dengan mekanisme pelepasan terkendali sehingga dapat diserap sesuai kebutuhan tubuh.
Teknologi ini juga memberikan kenyamanan lebih karena memiliki risiko efek samping saluran cerna yang lebih rendah, seperti mual atau konstipasi. Selain itu, Maltofer dapat dikonsumsi tanpa harus memberi jeda dengan makanan atau minuman.
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam mengonsumsi suplemen zat besi secara rutin.
Baca Juga: Penumpang keluhkan rombongan bawa toa di KA Serayu, sempat ditegur tapi kembali berisik
Pentingnya zat besi sejak dini hingga kehamilan
Dari sisi medis, dr. Lucky Yogasatria menjelaskan bahwa zat besi memiliki peran penting dalam pembentukan sel darah merah dan mendukung fungsi kognitif.
“Kebutuhan zat besi perlu diperhatikan sejak dini, mulai dari bayi hingga usia dewasa, terutama pada masa pertumbuhan dan kehamilan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pemenuhan zat besi sebaiknya berasal dari pola makan bergizi seimbang, namun suplementasi dapat menjadi pilihan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Hadir dalam berbagai varian untuk semua usia
Untuk menjangkau berbagai kebutuhan, Maltofer hadir dalam beberapa pilihan sediaan, mulai dari tetes untuk bayi, sirup untuk anak-anak, hingga tablet kunyah untuk remaja dan dewasa, termasuk varian khusus dengan asam folat bagi ibu hamil.
Artikel Terkait
10 Jenis makanan yang dapat tingkatkan stamina lelaki, salah satunya sayuran hijau yang mengandung zat besi
Ternyata ini alasan dokter spesialis anak klaim konsumsi teh tidak baik bagi balita, salah satunya menghambat penyerapan zat besi
Kang Rey soroti ketimpangan layanan kesehatan Pantura, tegaskan RSUD baru siap dibangun pada 2028
Operasional RS belum optimal, Menkes minta Prabowo prioritaskan dapur umum untuk tenaga kesehatan
Mantan Ketum PB IDI ingatkan pelayanan kesehatan di posko pengungsi banjir Sumatera: Harus cepat ditolong tanpa rujukan RS
Antisipasi KLB penyakit pascabanjir, eks Ketum PB IDI ingatkan pelayanan kesehatan harus dekat dengan posko pengungsian
Sekjen Kemensos ungkap masalah kesehatan anak sekolah rakyat, dari gigi rusak hingga anemia