Fenomena 'joki Strava' merebak di Indonesia: Bayar pelari demi pencitraan digital

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 18:08 WIB
Platform Strava, pelacak aktivitas olahraga yang mewarnai tren baru di Indonesia (Unsplash.com/AppShunter)
Platform Strava, pelacak aktivitas olahraga yang mewarnai tren baru di Indonesia (Unsplash.com/AppShunter)

Ia memasang tarif Rp10.000 per kilometer untuk pace 4:00 menit/km, dan Rp5.000 per kilometer untuk pace 8:00 menit/km.

Baca Juga: Polemik ijazah UNY telat terbit berlanjut, muncul surat pernyataan larangan protes di medsos untuk wisudawan Agustus 2025

Pekerjaan terbesarnya sejauh ini memberinya Rp100.000, setara lebih dari 5 persen upah minimum bulanan di Indonesia.

Meski kini marak di tanah air, joki Strava bukan fenomena eksklusif Indonesia.

Tren serupa sudah muncul di berbagai negara, seiring meningkatnya dorongan mencari validasi di media sosial.

Jika tidak diantisipasi, budaya “kejar pengakuan” ini berpotensi menggerus sportivitas di dunia lari digital.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X