Menkes sebut Indonesia terkena imbas karena Trump hentikan bantuan obat HIV, akui segera lakukan langkah ini

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 2 Februari 2025 | 06:06 WIB
Dampak kebijakan Trump menghentikan bantuan obat terhadap Indonesia (Freepik/freepik)
Dampak kebijakan Trump menghentikan bantuan obat terhadap Indonesia (Freepik/freepik)

GENMILENIAL.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan keprihatinan terhadap keputusan Amerika Serikat yang menangguhkan bantuan dana untuk penyediaan obat HIV di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. 

Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap upaya penanggulangan HIV di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Menurut laporan Reuters, berbagai mitra kerja dan penerima hibah dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) telah menerima pemberitahuan untuk segera menghentikan aktivitas mereka pada Selasa, 27 Januari 2025. 

Baca Juga: Dianggap cacat oleh keluarga sejak dulu, bocah 10 tahun di Nias nyatanya mengaku diinjak pamannya dan dipatahkan tantenya

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden AS Donald Trump yang membekukan hibah, pinjaman, dan bantuan keuangan luar negeri selama tiga bulan ke depan. 

Bahkan, Trump juga mengisyaratkan kemungkinan menarik AS dari WHO. 

Sebagai penyumbang terbesar, AS memberikan sekitar seperlima dari total anggaran tahunan WHO yang mencapai 6,8 miliar dolar AS.

Meskipun kebijakan ini tidak berdampak langsung terhadap WHO di Indonesia, berbagai organisasi nonpemerintah yang bekerja di lapangan sudah mulai merasakan dampaknya. 

Baca Juga: Satu tersangka ditangkap saat hendak ke Dubai, begini geliat polisi usut tuntas kasus geng rampok Rusia terhadap WNA Ukraina di Bali

WHO sendiri telah meminta pemerintah AS untuk memberikan 'pengecualian' bagi program-program yang menyediakan obat antiretroviral (ARV). 

Obat ini harus dikonsumsi setiap hari oleh penderita HIV guna menekan perkembangan virus dalam tubuh.

WHO juga menyoroti program Rencana Darurat Presiden AS untuk Penanggulangan AIDS (PEPFAR), yang mendukung upaya penanggulangan HIV di 50 negara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data WHO per akhir 2023, terdapat sekitar 39,9 juta orang di dunia yang hidup dengan HIV dan bergantung pada obat ARV.

Baca Juga: 5 Fakta terkini geng Rusia diduga culik turis WNA di Bali, salah satunya sempat paksa korban transfer kripto Rp3,4 miliar!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X