khazanah

Tepuk sakinah, doa sunyi di tengah lonjakan perceraian: Antara edukasi, gimik, dan harapan keluarga Indonesia

Minggu, 5 Oktober 2025 | 17:09 WIB
Mengintip fenomena viral tepuk sakinah yang ramai di media sosial, ternyata mengandung makna yang menyentuh akar persoalan keluarga (X.com/@racunracun)

GENMILENIAL.ID – Di tengah meningkatnya angka perceraian di Indonesia, muncul satu fenomena sederhana yang menyedot perhatian publik, Tepuk Sakinah.

Gerakan ini viral di media sosial setelah banyak pasangan pengantin melakukannya sesaat setelah ijab kabul.

Meski terlihat ringan, maknanya justru menyentuh akar persoalan keluarga: cinta, komitmen, dan kesetiaan.

Tak sekadar tren atau hiburan, Tepuk Sakinah menjadi simbol ajakan untuk menepati janji pernikahan, menjaga komunikasi, dan membangun keluarga yang saling ridha.

Baca Juga: Wacana pemutihan produsen rokok ilegal, langkah Menkeu Purbaya tata industri tembakau kecil

Namun, di balik ramainya tepukan dan senyum yang terekam kamera, ada pesan serius yang coba disampaikan, membangun rumah tangga bukan sekadar romantisme, melainkan tanggung jawab sosial dan spiritual.

Lonjakan perceraian dan akar persoalan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang 2024 terjadi 394.608 kasus perceraian di Indonesia.

Angka ini menunjukkan bahwa tantangan rumah tangga kini tidak hanya soal cinta, tetapi juga tekanan ekonomi, kesenjangan peran, dan ketahanan mental pasangan muda.

Menteri Agama RI, Nazaruddin Umar, menyebut fenomena Tepuk Sakinah sebagai bagian dari pendekatan baru yang menyentuh akar persoalan keluarga.

Baca Juga: Kisah haru di balik reruntuhan Ponpes Al Khoziny: 3 hari bertahan tanpa makan, salat di bawah puing, hingga diamputasi untuk hidup

“Insya Allah segala upaya kita lakukan. Kami hadir dengan program yang menyentuh akar persoalan keluarga,” ujar Nazaruddin di Jakarta, Jumat 3 Oktober 2025.

Antara edukasi dan gimik

Kepala Biro Humas Kemenag, Thobib Al Asyhar, menjelaskan Tepuk Sakinah tidak bersifat wajib, melainkan metode edukatif yang dipakai dalam pelatihan bimbingan perkawinan di KUA.

Halaman:

Tags

Terkini