Baca Juga: PPATK rampungkan analisis 122 juta rekening dormant, 90 persen sudah aktif kembali
Sebagai seorang dokter, Ibnu Sina menekankan pentingnya keseimbangan antara tubuh dan jiwa. Tubuh yang sehat memberikan energi, tetapi jiwa yang tenang memberikan arah.
“Jiwa adalah kesempurnaan, dan tubuh hanyalah wadahnya,” tegasnya.
Ia menolak pandangan bahwa kecerdasan lahir hanya dari pengetahuan yang dikumpulkan. Menurutnya, kecerdasan sejati muncul dari kemampuan jiwa untuk menerima dan mengolah kebenaran.
Pemikirannya jauh mendahului zamannya, membicarakan pentingnya mindfulness dan kesadaran penuh sebelum istilah tersebut dikenal luas di dunia modern.
Baca Juga: Viral struk makan pelanggan di resto diduga kena biaya royalti musik Rp29 ribu
Ibnu Sina mendorong manusia untuk mengenali diri sendiri, mengendalikan dorongan hati, serta membangun ketenangan batin agar pikiran dapat bekerja secara maksimal.
Bagi Avicenna, jiwa yang kuat bukan hanya membentuk pribadi tangguh, tetapi juga menjadi sumber lahirnya peradaban yang maju.***