khazanah

Pawai Obor 1 Muharram di Subang, refleksi hijrah sebagai penguat identitas keislaman dan budaya lokal

Kamis, 26 Juni 2025 | 22:38 WIB
Ribuan warga turun ke jalan mengikuti Pawai Obor 1 Muharram 1447 H yang digelar oleh Pemda Subang pada Selasa, 25 Juni 2025

GENMILENIAL.ID – Ribuan warga tumpah ruah memadati pusat Kota Subang pada Selasa malam, 25 Juni 2025, dalam rangka memeriahkan Pawai Obor 1 Muharram 1447 H yang digelar Pemerintah Kabupaten Subang.

Tak sekadar perayaan seremonial, gelaran ini menyuguhkan semangat kebudayaan dan spiritualitas yang kian mengakar kuat di tengah masyarakat.

Mengusung tema Ngabangun Bareng Rakyat (Ngabret), kegiatan ini menjadi momentum penting yang bukan hanya menyambut Tahun Baru Islam, tetapi juga menguatkan jati diri kolektif masyarakat Subang sebagai komunitas religius yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Baca Juga: AS klaim serang program nuklir, bukan negara Iran: Wapres JD Vance sebut tujuan utama adalah perdamaian

Sepanjang rute pawai yang dimulai dari Masjid Al-Musabaqoh dan menyusuri sejumlah jalan protokol, suasana malam berubah menjadi lautan cahaya dari obor yang dibawa peserta.

Takbir dan salawat menggema dari ribuan suara, menyatukan pelajar, santri, ormas Islam, dan aparatur sipil negara dalam satu langkah spiritual dan budaya.

Dalam sambutannya, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menekankan bahwa peringatan Tahun Baru Islam adalah momen penting untuk merefleksikan makna hijrah, bukan sekadar sebagai peristiwa sejarah, tapi sebagai simbol perubahan dan perjuangan membangun masyarakat yang adil dan religius.

"Hijrah adalah semangat transformasi. Kita ingin generasi muda Subang meneladani semangat itu, bukan hanya merayakan, tapi memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," ujar Bupati Reynaldy.

Baca Juga: Tragis, tugas dokumentasi bahasa Inggris jadi karya terakhir Ahmad Rifai sebelum tewas tenggelam di Gunung Slamet

Lebih dari sekadar acara keagamaan, pawai ini menjadi ruang publik yang mempertemukan ekspresi spiritualitas dan kebudayaan lokal.

Anak-anak kecil membawa obor kecil, keluarga berdiri berjejer di trotoar menyambut iring-iringan peserta, menciptakan suasana guyub dan penuh makna.

Pawai obor juga dimaknai sebagai upaya mempertahankan tradisi keislaman yang telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat Subang.

Melalui kegiatan semacam ini, nilai-nilai Islam tidak hanya dikenalkan dalam bentuk ajaran, tetapi dihadirkan dalam rupa pengalaman kolektif yang membentuk solidaritas sosial.

Baca Juga: Usai polemik Aceh-Sumut, Wamendagri ungkap 43 pulau di Indonesia masih dalam sengketa wilayah

Halaman:

Tags

Terkini