Kapal tersebut sangat besar, dengan struktur yang kuat dan ruang yang cukup untuk menampung semua yang diamanatkan oleh Allah.
Ketika kapal selesai dibangun, Nabi Nuh mengajak umatnya untuk masuk ke kapal.
Banjir besar kemudian datang, dan air mengalir dari langit dan dari tanah. Bahtera Nabi Nuh mengapung di atas air yang meluap tersebut.
Allah juga memerintahkan Nabi Nuh untuk membawa dalam bahtera itu sepasang binatang dari setiap spesies sebagai langkah untuk memulai kembali kehidupan di bumi setelah banjir.
Selama 40 hari dan 40 malam, Nabi Nuh dan orang-orang yang bersama dengannya di dalam bahtera itu bertahan hidup. Mereka terus berdoa dan memohon ampunan kepada Allah.
Setelah banjir mereda, bahtera akhirnya berhenti di suatu tempat yang aman, dan mereka semua disembarkan.
Nabi Nuh dan pengikutnya keluar dari bahtera dan memulai kehidupan baru di bumi. Nabi Nuh terus menyebarkan ajaran tauhid (keesaan Allah) dan kepatuhan kepada Allah kepada umat manusia yang baru terbentuk.
Dia menjadi leluhur bagi umat manusia setelah banjir dan memberikan mereka petunjuk dalam menjalani kehidupan yang benar dan taat kepada Allah.
Kisah Nabi Nuh mengajarkan banyak pelajaran penting, seperti pentingnya kesabaran, ketekunan dalam menghadapi tantangan, kepatuhan kepada perintah Allah, dan harapan atas rahmat dan pengampunan-Nya.
Kisah ini juga mengingatkan kita tentang konsekuensi dosa dan pentingnya taat kepada Allah dalam menjalani kehidupan yang benar.
Nabi Nuh dihormati sebagai salah satu nabi besar dalam agama-agama Abrahamik, dan kisahnya memberikan inspirasi dan pelajaran bagi banyak orang hingga saat ini.***
Artikel Terkait
Puasa Syawal disatukan dengan puasa Senin Kamis, apa boleh?
Hukum poligami dalam islam, hanya diperbolehkan jika suami….
Hukum berpacaran dalam islam adalah tidak boleh. Mengapa?
Penjelasan tentang dendam berdasarkan hukum islam, yuk, simak!
Rangkuman kisah Nabi Adam As., manusia pertama yang menginjakan kaki di bumi!
Kisah Nabi Idris AS., manusia pertama yang bisa menulis dan membaca!