GENMILENIAL.ID - Kisah Nabi Nuh (Noah) adalah salah satu kisah yang terkenal dalam agama-agama Abrahamik, termasuk Islam, Kristen, dan Yahudi.
Kisah ini menceritakan tentang Nabi Nuh, seorang nabi yang dipilih oleh Allah untuk memberikan peringatan kepada umat manusia yang ingkar terhadap-Nya.
Nabi Nuh diperintahkan untuk membangun kapal besar yang disebut bahtera untuk menyelamatkan dirinya dan umatnya dari banjir besar yang diturunkan sebagai hukuman atas dosa-dosa mereka.
Menurut cerita, pada masa itu, umat manusia hidup dalam keadaan yang sangat jauh dari Allah. Mereka menyembah berhala dan terjerumus dalam perbuatan dosa dan ketidakadilan.
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ
“Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Ankabut: 14)
Nabi Nuh diutus oleh Allah sebagai rasul dan pemberi peringatan kepada umat manusia agar mereka bertaubat dan kembali kepada Allah.
Dia mengajak mereka untuk meninggalkan penyembahan berhala dan mematuhi perintah-perintah Allah.
Namun, sebagian besar umat manusia menolak dan menghina Nabi Nuh. Mereka tidak mempercayai peringatannya dan terus menerus melakukan perbuatan dosa.
Meskipun dihadapkan dengan penolakan dan hinaan, Nabi Nuh tetap sabar dan gigih dalam tugasnya sebagai nabi.
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ نُوْحٍۘ اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُمْ مَّقَامِيْ وَتَذْكِيْرِيْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَعَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْتُ فَاَجْمِعُوْٓا اَمْرَكُمْ وَشُرَكَاۤءَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُنْ اَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً ثُمَّ اقْضُوْٓا اِلَيَّ وَلَا تُنْظِرُوْنِ
“Dan bacakanlah kepada mereka berita penting (tentang) Nuh ketika (dia) berkata kepada kaumnya, ‘Wahai kaumku! Jika terasa berat bagimu aku tinggal (bersamamu) dan peringatanku dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah aku bertawakal. Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu tunda lagi.” (QS. Yunus: 71)
Ketika umat manusia terus berpaling dari ajaran Allah, Nabi Nuh menerima wahyu dari Allah bahwa Dia akan mengirimkan banjir yang akan menyapu seluruh bumi sebagai hukuman atas dosa-dosa mereka.
Allah menyuruh Nabi Nuh untuk membangun sebuah kapal besar yang dapat menampung dirinya, keluarganya, dan sepasang binatang dari setiap spesies.
Nabi Nuh dengan tekun mematuhi perintah Allah. Dia membangun kapal tersebut dengan bantuan dari beberapa pengikutnya.
Artikel Terkait
Puasa Syawal disatukan dengan puasa Senin Kamis, apa boleh?
Hukum poligami dalam islam, hanya diperbolehkan jika suami….
Hukum berpacaran dalam islam adalah tidak boleh. Mengapa?
Penjelasan tentang dendam berdasarkan hukum islam, yuk, simak!
Rangkuman kisah Nabi Adam As., manusia pertama yang menginjakan kaki di bumi!
Kisah Nabi Idris AS., manusia pertama yang bisa menulis dan membaca!