Punya fasilitas pendidikan yang mumpuni, ada nama Gus Miek hingga Boy Thohir di balik berdirinya Pesantren Al Hamid

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 30 September 2026 | 00:01 WIB
Pesantren Al Hamid di Cilangkap, Jakarta Timur kini menjadi salah satu lembaga pendidikan ribuan santri dan jadi tempat berkumpul para ulama NU (Dok. Istimewa)
Pesantren Al Hamid di Cilangkap, Jakarta Timur kini menjadi salah satu lembaga pendidikan ribuan santri dan jadi tempat berkumpul para ulama NU (Dok. Istimewa)

“Pada akhirnya ayahanda bersama sahabat beliau Garibaldi Thohir atau Haji Boy yang ikut membantu mulai perlahan membangun ponpes di atas lahan seluas enam hektar di pondok putra dan 3,5 hektare di pondok putri,” kata Lukman.

Punya beragam fasilitas pendidikan

Seiring perkembangannya, Pesantren Al Hamid memiliki sejumlah fasilitas pendidikan untuk menunjang aktivitas belajar dan kehidupan para santri.

Fasilitas tersebut meliputi asrama, gedung Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT), taman kanak-kanak, koperasi, klinik, kantin, musala, serta sarana olahraga.

Baca Juga: Baterai mobil listrik sudah berumur, apakah biaya perbaikannya bisa lebih mahal dari nilai mobil bekas?

Tidak hanya membangun fasilitas, KH Hamid Djiman juga mempersiapkan sumber daya manusia yang nantinya mengelola pesantren.

Putra-putrinya dikirim untuk belajar ke sejumlah pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Yanbu’ul Qur’an Kudus, Pesantren Tahfidzul Qur’an Malang, dan Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri.

Hubungan dengan Al Falah Ploso kemudian menjadi bagian dari tradisi keilmuan Pesantren Al Hamid. Dalam perkembangannya, pesantren tersebut menginduk dan mendapat pengawasan dari pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Kediri.

Baca Juga: Siapa Siti Hasmah? Istri eks PM Malaysia Mahathir Mohamad yang wafat di usia 100 tahun

Mulai menerima santri sejak 2002

Pesantren Al Hamid mulai menerima santri dan siswa pada 2002 untuk jenjang TK, MI, MTs, dan MA.

Nama yayasan yang menaunginya kemudian berubah dari Yayasan Mantab Sejahtera menjadi Yayasan Mantab Al Hamid pada 2007 berdasarkan Akta Notaris Nomor 77/17-12-2007.

Pada 2010, Pesantren Al Hamid terdaftar dengan Nomor Statistik Pondok Pesantren 510031750036.

Memasuki 2026, jumlah santri Pesantren Al Hamid mencapai sekitar 1.800 orang. Mereka didukung 210 guru dan 25 tenaga pendidik.

Baca Juga: Telisik modus 'Abah' pimpinan ponpes di Lombok tengah yang diduga cabuli belasan santriwati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X