Angka tersebut disebut sebagai bentuk keseriusan Galuh Pakuan dalam memberikan apresiasi nyata kepada pelaku seni dan atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut TingTing, insentif besar ini diharapkan mampu menarik talenta-talenta terbaik dari seluruh nusantara sekaligus memacu semangat berkarya dan berprestasi.
“Kami ingin menjadikan 2026 sebagai panggung besar, tempat prestasi olahraga dan kekayaan budaya bertemu,” katanya.
Dampak ekonomi dan pariwisata daerah
Lebih dari sekadar kompetisi, multieven Galuh Pakuan 2026 ditargetkan memberi dampak langsung pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, khususnya di Jawa Barat.
Ribuan peserta dan pengunjung diprediksi akan hadir, membuka peluang bagi pelaku UMKM, seniman lokal, hingga sektor jasa pariwisata.
Belajar dari kesuksesan Festival Galuh Pakuan Cup IX, panitia mulai menyiapkan berbagai aspek sejak dini, mulai dari venue, sistem penjurian profesional, hingga koordinasi lintas instansi.
Galuh Pakuan juga kembali menggandeng DonTing Athlete Management sebagai sponsor dan mitra strategis.
Informasi pendaftaran menyusul
Galuh Pakuan memastikan informasi teknis terkait pendaftaran peserta, cabang lomba, serta jadwal pelaksanaan akan diumumkan secara bertahap melalui kanal resmi dalam beberapa bulan ke depan.
Multieven ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara budaya, olahraga, dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Festival Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri VIII, 10 peserta masuk jadi finalis kategori tunggal senior
Ikuti Festival Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri VIII, kedua peserta dari Bandung ini optimis bisa juara
Hidupkan roda ekonomi, seperti ini kata para pedagang dengan adanya Festival Galuh Pakuan di Kabupaten Subang
Ingin lanjutkan sekolah, penari cilik dari Tasikmalaya bercita-cita ingin jadi juara pada Festival Galuh Pakuan di Kabupaten Subang
Raja Galuh Pakuan perkuat diplomasi budaya Indonesia-Tiongkok lewat Forum Telling China Story
Festival Galuh Pakuan Cup IX tarik ribuan peserta, jadi magnet ekonomi budaya Subang
Festival Galuh Pakuan Cup disorot akademisi nasional, dinilai layak naik kelas jadi agenda kebudayaan negara