Raja Galuh Pakuan perkuat diplomasi budaya Indonesia-Tiongkok lewat Forum Telling China Story

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 13 Juni 2025 | 16:31 WIB
Raja LAK Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Telling China Story yang digelar Shenzen TV-Tiongkok di Aula Sportshall UPI, Bandung, Jumat, 13 Juni 2025 (Dok. Istimewa )
Raja LAK Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Telling China Story yang digelar Shenzen TV-Tiongkok di Aula Sportshall UPI, Bandung, Jumat, 13 Juni 2025 (Dok. Istimewa )

GENMILENIAL.ID - Raja Lembaga Adat Karaton Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Telling China Story yang digelar Shenzen TV-Tiongkok di Aula Sportshall Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jumat, 13 Juni 2025.

Penampilan Evi mendapat apresiasi tinggi dari akademisi dan tokoh media Tiongkok. Salah satunya datang dari Prof. Pan Yue dari Jinan University, yang menilai gagasan diplomasi budaya atau soft power diplomacy ala Sunda merupakan pendekatan yang relevan untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok.

Baca Juga: Forum BUMDES Subang dorong pemberdayaan lewat beasiswa, BPJS Kesehatan, stunting, dan UMKM

“Diplomasi budaya ini bukan hal baru. Hubungan Indonesia-Tiongkok sudah terjalin sejak para wali seperti walisongo datang dari Tiongkok ke nusantara,” ujar Evi.

Evi menambahkan bahwa diplomasi budaya juga dapat menjadi jalan bagi pengembangan ekonomi kreatif, termasuk kerja sama dalam pembuatan gim berbasis tradisi Indonesia seperti egrang, engklek, dan warisan budaya lainnya.

Girang Harta Karatwan Galuh Pakuan, Dewi Kandiaty Paramesty Tine Yogawarna atau Tingting, yang juga tokoh sentral kegiatan tersebut, menegaskan bahwa kerja sama antara Karaton Galuh Pakuan, Shenzen TV, dan UPI merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong kolaborasi budaya, ekonomi, dan teknologi.

Baca Juga: ESAI: Sastra Indonesia antara retrospeksi dan resolusi di era literasi digital

“Kerja sama ini kami harapkan dapat memberikan manfaat adil dan merata. Salah satunya melalui pengembangan pendidikan electric vehicle di SMK Karya Putra Manggala untuk mendukung kebutuhan SDM industri otomotif Tiongkok di Indonesia,” ujar Tingting.

Ia juga menyebut kerja sama ini didukung penuh oleh Rektor UPI dan BRIN untuk penguatan sertifikasi kompetensi.

Dalam kesempatan itu, Rakeyan Nuswajati Bezie Galih Manggala turut tampil mewakili Galuh Pakuan untuk menjelaskan kontribusi lembaga adat ini dalam pengembangan pemuda di Jawa Barat, khususnya dalam pelestarian budaya dan penguatan masyarakat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X