Hadis dan sejarah salat Idul Fitri di lapangan yang umum dilakukan di Indonesia

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 4 April 2025 | 03:48 WIB
Ilustrasi salat Idul Fitri di lapangan (Instagram/lensamu)
Ilustrasi salat Idul Fitri di lapangan (Instagram/lensamu)

GENMILENIAL.ID - Ada dua tempat yang umum digunakan umat Muslim di Indonesia untuk melaksanakan salat Idul Fitri.

Salat Idul Fitri atau Idul Adha, selain dilaksanakan di masjid juga bisa dilaksanakan di lapangan.

Rupanya, ada sejarah dan alasan mengapa salat Idul Fitri ini dilakukan di lapangan.

Salat Ied pertama yang dilakukan di lapangan

Mengutip dari laman resmi Muhammadiyah, Haedar Nshir dalam buku Muhammadiyah Gerakan Pembaruan yang terbit tahun 2010 telah mencatat sejarah salat Ied pertama di lapangan.

Baca Juga: Sebaiknya dahulukan mengganti puasa Ramadan atau puasa 6 hari Syawal? ini 3 penjelasannya

Salat Ied di lapangan pertama kali dilakukan oleh Muhammadiyah pada tahun 1926.

Lokasi yang digunakan saat itu adalah Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

Keputusan tersebut juga berasaskan pada hasil Kongres Muhammadiyah ke-15 di Surabaya.

Hadis salat Ied di tanah lapang

Dari abu Sa’id al-Khudri r.a berkata: “Rasulullah SAW keluar ke lapangan tempat salat pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, lalu yang pertama yang dilakukannya adalah salat, kemudian berangkat dan berdiri menghadap jamaah, sementara jamaah tetap duduk pada saf masing-masing lalu Rasulullah menyampaikan wejangan, pesan, dan beberapa perintah” (HR al-Bukhari).

Baca Juga: Pahalanya setara setahun berpuasa, ini 3 niat puasa 6 hari di bulan Syawal sesuai dengan kondisi saat akan memulai

Hadis tersebut yang digunakan oleh Muhammadiyah untuk landasan salat Ied di lapangan.

Berawal dari kritikan tamu India

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Sumber: muhammadiyah.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X